“Usaha Kuliner di Semarang Tetap Tumbuh - SuaraMerdeka”

Minggu, 27 September 2015

“Usaha Kuliner di Semarang Tetap Tumbuh - SuaraMerdeka”


Usaha Kuliner di Semarang Tetap Tumbuh - SuaraMerdeka

Posted: 26 Sep 2015 09:23 PM PDT

Gerai ke 2 jajanan waralaba asal Singapura Shihlin di Semarang Town Square (Setos). (suaramerdeka.com/ Arie Widiarto)

Gerai ke 2 jajanan waralaba asal Singapura Shihlin di Semarang Town Square (Setos). (suaramerdeka.com/ Arie Widiarto)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Meski perekonomian masih lesu, tetapi tidak menyurutkan pelaku usaha kuliner untuk terus melebarkan sayap. Prospek bisnis memanjakan lidah di Semarang ini dinilai masih potensial dan tetap tumbuh.

"Semarang memiliki segmen pasar yang unik khususnya untuk bisnis kuliner. Maksudnya, meski daya beli secara umum masih lemah, tetapi untuk kuliner seperti tidak ada matinya," ungkap Joseph Ricky Raynaldi, pemilik restoran The Savory di Semarang Town Square (Setos) lantai 6 Jl Gajahmada, kemarin.

Restoran yang baru buka sekitar 2 bulan lalu tersebut, lanjut Ricky, kini sudah memiliki pasar tersendiri. Restoran yang mengusung tema modern menggabungkan citarasa tradisional dan kontemporer ini rata-rata setiap harinya dikunjungi sekitar 70-100 orang.

"Konsumennya rata-rata dari keluarga muda, muda-mudi hingga pebisnis yang sekaligus untuk membahas pekerjaan," jelasnya.

Menurutnya meski saat ini hanya melakukan promosi dengan media sosial instagram, tetapi minat konsumen untuk datang ke restoran yang dikelolanya cukup menggembirakan. "Dalam bisnis kuliner ini, rasa memang nomer satu. Oleh sebab itulah, hal ini sangat kami pehatikan," ujarnya.

Sementara itu, Thomas Wahyono pemilik gerai jajanan waralaba asal Singapura, Shihlin, menyatakan optimistis pasar kuliner di Semarang ini tak kalah dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Bahkan, kini Shihlin juga membuka gerai ke 2 di  Semarang Town Square, setelah gerai 1 di Mall Ciputra.

"Pembukaan gerai baru ini juga untuk merespon tingginya minat masyarakat terhadap jajanan fillet ayam berbaur tepung khusus ini," jelas dia.

(Arie Widiarto/ CN33/ SM Network)

Comments

comments

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 01.26  

0 komentar:

Poskan Komentar