“Telkom Dorong UMKM Tingkatkan Kapasitas Usaha - SuaraMerdeka”

Selasa, 29 September 2015

“Telkom Dorong UMKM Tingkatkan Kapasitas Usaha - SuaraMerdeka”


Telkom Dorong UMKM Tingkatkan Kapasitas Usaha - SuaraMerdeka

Posted: 29 Sep 2015 12:05 AM PDT

SERAHKAN DANA PKBL: GM Telkom Witel Jateng Selatan, Bambang Didi Setyobudi secara simbolis menyerahkan dana PKBL kepada pelaku UMKM mitra binaan pada pencairan periode triwulan tiga tahun 2015. (suaramerdeka.com/Asef Amani)

SERAHKAN DANA PKBL: GM Telkom Witel Jateng Selatan, Bambang Didi Setyobudi secara simbolis menyerahkan dana PKBL kepada pelaku UMKM mitra binaan pada pencairan periode triwulan tiga tahun 2015. (suaramerdeka.com/Asef Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com – PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Witel Jateng Selatan berkomitmen mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan terus meningkatkan kapasitas usahanya. Pasalnya, UMKM merupakan salah satu penggerak utama ekonomi masyarakat.

Salah satunya melalui penyaluran dana PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan) yang terus ditingkatkan. Termasuk makin menambah jumlah penerima, sehingga dana yang dikeluarkan lebih bermanfaat.

"Sejak tahun 2002 kami aktif menyalurkan dana PKBL ke UMKM. Total sekitar 94 mitra binaan yang dibiayai dan ke depan akan terus ditingkatkan," ujar GM Telkom Witel Jateng Selatan, Bambang Didi Setyobudi di sela penyaluran dana kemitraan di kantor setempat, Selasa (29/9).

Dia menuturkan, dari tahun 2002 sampai September 2015 sudah mengucurkan Rp 14,038 miliar. Tahun 2015 saja ditarget menyalurkan Rp 3 miliar. Pencapaian sampai September sekitar Rp 2,662 miliar, yang terbagi dalam periode triwulan satu, dua, dan tiga.

"Selama triwulan satu kami salurkan sekitar Rp 800 juta ke 22 mitra, sedangkan triwulan dua Rp 865 juta ke 41 mitra. Di triwulan tiga sebanyak Rp 900 juta ke 31 mitra. Kami optimis akan tembus Rp 3 miliar pada akhir tahun nanti," katanya.

Bambang menuturkan, Telkom tidak hanya berkutat pada bisnis telekomunikasi saja. Tapi, lebih luas lagi dapat melayani pinjaman dana PKBL dengan plafon maksimal Rp 70 juta. Syaratnya, usaha berjalan minimal satu tahun sudah bisa mengajukan pinjaman.

"Jangka waktu pinjaman maksimal dua tahun, masing-masing mitra hanya boleh mengajukan pinjaman maksimal tiga kali. Meskipun usaha belum satu tahun berjalan, tapi kami nilai sangat potensial berkembang, maka kami akan kucurkan," tuturnya.

Manager HR dan CDC Telkom Witel Jateng Selatan, Setyo Purwono menambahkan, sejauh ini rata-rata UMKM binaan meminjam di atas Rp 30 juta. Bagi yang meminjam lebih dari Rp 20 juta memakai jaminan baik BPKB kendaraan atau sertifikat tanah.

"Tidak perlu takut meminjam, karena mulai September ada kebijakan baru dari Kementerian BUMN bahwa, bunga yang dikenakan bukan lagi 6 persen flat. Tapi, 6 persen anuitas per tahun dari saldo pinjaman awal tahun. Kalau dihitung-hitung, bunganya tidak sampai 6 persen," paparnya.

Selain menyalurkan dana, kata Setyo, pihaknya juga senantiasa mendampingi para UMKM dalam mengembangkan kapasitas usahanya. Di antaranya melalui pembekalan dan pelatihan pengelolaan bisnis secara modern.

"Seperti sekarang para mitra kami beri pembekalan dan pelatihan untuk dapat meningkatkan usahanya. Tentu kami akan senang jika usaha mitra binaan meningkat, karena imbas positifnya akan mengarah juga ke Telkom," ungkapnya.

(Asef Amani/CN19/SMNetwork)

Comments

comments

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 01.04  

0 komentar:

Poskan Komentar