“Menteri Lembong Kritik Komunikasi Dunia Usaha - Tempo”

Senin, 28 September 2015

“Menteri Lembong Kritik Komunikasi Dunia Usaha - Tempo”


Menteri Lembong Kritik Komunikasi Dunia Usaha - Tempo

Posted: 27 Sep 2015 10:53 PM PDT

Senin, 28 September 2015 | 12:55 WIB

Menteri Lembong Kritik Komunikasi Dunia Usaha

Mata Rahmat Gobel berkaca-kaca saat mendengarkan Thomas Lembong memberi sambutan dalam acara Serah Terima Jabatan Menteri Perdagangan di gedung Kementrian Perdagangan, Jakarta, 12 Agustus 2015. Thomas Lembong menggantikan Rahmat Gobel sebagai Menteri Perdagangan setelah reshuflle kabinet dilakukan oleh Jokowi. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Thomas Tri Kasih Lembong mengkritik lemahnya komunikasi dalam dunia usaha. Keluhan serupa, menurut dia, disampaikan Presiden Joko Widodo.

"Saya ketemu sama presiden dan merasa komunikasi ke dunia usaha sebagai tantangan yang besar dan nyata," kata Lembong dalam pidato peresmian ASEAN Economic Community Center (AECC) di kantornya, Jakarta, Senin, 28 September 2015.

Dampak dari buruknya komunikasi ini, menurut Lembong, adalah banyaknya kebijakan bagus yang tak tersampaikan. Kementerian Perdagangan telah bekerja keras untuk melahirkan kebijakan-kebijakan baru.

Namun karena tak tersampaikan, maka publik dan pelaku usaha pun tak bisa menerapkannya. Ia mencontohkan paket deregulasi. Karena itu, ia berkomitmen meningkatkan komunikasi antara Kementerian, pelaku usaha, dan masyarakat.

Baca juga:
Cerita Astiah Sekeluarga yang Lolos dari Sergapan Api
Aneh, Kampus Ini Terima 50 Mahasiswa dan Luluskan 500 Orang

"Pekan ini sudah mulai ada peraturan Kementerian yang ditandatangani. Kita harus segera berkomunikasi," kata Lembong.

Tak hanya dalam hal kebijakan, menurut dia, tapi juga dalam fenomena global seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan berlangsung akhir tahun ini. "Masyarakat hanya mengetahui MEA melalui isu yang beredar, sehingga tak memiliki pengertian jelas terkait hal ini."

AECC ini diharapkan dapat menjadi pusat informasi yang menyiapkan masyarakat ke depan. Di pusat informasi ini, masyarakat dapat bertanya tentang konsep MEA, potensi, kesempatan, dan lain-lain. "Saya harap ini bisa jadi sesuatu yang berguna bagi masyarakat," katanya.

URSULA FLORENE

Simak juga:
Jelang Kunjungan FIFA, Menpora Siap Beri Dukungan
Kenapa Perbatasan Jakarta-Bekasi Disebut Biang Macet?

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 02.05  

0 komentar:

Poskan Komentar