“Usaha Penggemukan Diminta Keluarkan Data Stok Sapi - Tempo.co”

Rabu, 12 Agustus 2015

“Usaha Penggemukan Diminta Keluarkan Data Stok Sapi - Tempo.co”


Usaha Penggemukan Diminta Keluarkan Data Stok Sapi - Tempo.co

Posted: 11 Aug 2015 09:48 PM PDT

Rabu, 12 Agustus 2015 | 11:47 WIB

Usaha Penggemukan Diminta Keluarkan Data Stok Sapi  

Sejumlah sapi yang berada di rumah potong hewan (RPH) di kalideres. Sidak dilakukan karena ada dugaan permainan daging sapi, yang dilakukan oleh oknum tidak bertangung jawab dan ada pihak yang membiayai aksi mogok para pedagang sapi tersebut. Jakarta, 11 Agustus 2015. TEMPO./Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.COJakarta - Menteri Perdagangan Rachmat Gobel meminta semua pengusaha penggemukan dan pembibitan sapi atau feedloter mengeluarkan data stok sapi yang mereka miliki. Penimbunan yang mereka lakukan dikhawatirkan akan mengganggu roda perekonomian.

Menurut Rachmat, pemerintah akan terus melakukan pembicaraan dengan feedloter. "‎Kalau mereka tidak mau, izin impor tak akan kami berikan sama sekali," katanya setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2015. Pemerintah saat ini juga telah memberikan izin impor sepenuhnya kepada Badan Urusan Logistik.

Feedloter yang akan mengajukan impor harus berkoordinasi dengan Bulog. Hal itu perlu dilakukan karena Bulog memiliki tugas menjaga stabilitas harga. Fungsi yang diberikan oleh pemerintah kepada importir itu seharusnya sebagai mitra. Sayangnya, menurut Rachmat, hal itu tak bisa dijalankan dengan baik oleh mereka. Akhirnya, fungsi impor dikembalikan kepada Bulog.

Dalam jangka pendek, ucap Rachmat, pemerintah akan mengeluarkan izin impor untuk Bulog sebanyak 100 ribu ekor pada kuartal ketiga ini. "Yang izin untuk 50 ribu ekor sudah dikeluarkan. Selanjutnya akan menyusul 50 ribu lagi."‎

Penunjukan Bulog sebagai pintu impor daging tersebut, menurut Gobel, untuk mencegah adanya permainan importir. "Tidak lagi diberikan kepada para pengusaha importir itu," ujarnya saat ditemui di Pasar Kramat Jati, Selasa, 10 Agustus 2015.

Sebelum penunjukan Bulog, impor daging dilakukan oleh importir. Para importir dengan leluasa mengajukan izin impor kepada Kementerian Perdagangan. Menurut Gobel, jika hal tersebut terus dilakukan, importirlah yang akan mengendalikan pasar. Akibatnya, banyak terjadi penahanan daging ke pasar yang mengakibatkan harga menjulang.

Gobel menyebutkan kepercayaan yang telah diberikan kepada importir telah disalahgunakan. "Kalau diberikan ‎kepada para pengusaha importir, kayak gini jadinya (harga mahal), dan ini sebetulnya sudah menyalahi kepercayaan yang diberikan pemerintah ke mereka," tuturnya.

Karena itu, kata Gobel, keputusan impor melalui satu pintu itu merupakan langkah tepat. Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayati mengatakan izin impor kuota saat ini sedang dalam persiapan, dan akan ada penambahan kuota impor sebanyak 50 ribu sapi siap potong. "Saya perkirakan 50 ribu ekor," ucapnya.

Dia menargetkan, dalam waktu sebulan, sudah ada pasokan sapi dari Australia. Saat ini Bulog sedang mengurus administrasi bersama Kementerian Perdagangan. Surat itu akan dibawa ke Kementerian Pertanian untuk memperoleh spesifikasi teknis sapi yang boleh diimpor. 

FAIZ NASHRILLAH‎ 

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 01.42  

0 komentar:

Poskan Komentar