“Unit Usaha Syariah CIMB Niaga Ubah Fokus Bisnis - BeritaSatu”

Kamis, 20 Agustus 2015

“Unit Usaha Syariah CIMB Niaga Ubah Fokus Bisnis - BeritaSatu”


Unit Usaha Syariah CIMB Niaga Ubah Fokus Bisnis - BeritaSatu

Posted: 19 Aug 2015 10:22 AM PDT

Jakarta – Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) berencana menekan rasio pembiayaan bermasalah (nonperforming financing/NPF) gross menjadi kisaran 4-4,1% pada akhir 2015 dari posisi Juli sebesar 4,4%. Salah satu strategi yang dilakukan UUS ini adalah mengubah fokus bisnis dengan meningkatkan porsi pembiayaan segmen komersial menjadi 18% dan 15% untuk small medium micro enterprise (SMME)

Chief of Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P Djajanegara mengatakan, saat ini porsi pembiayaan dari segmen komersial mencapai 14% dan SMME berada di level 14%. Secara porsi, kedua segmen tersebut masih di bawah penyaluran pembiayaan untuk segmen korporasi yang menyentuh 20%. Namun, pada akhir 2015, UUS memproyeksi porsi segmen korporasi akan menjadi 19%.

"Kendati, ke depan kami akan mengalihkan fokus bisnis menjadi segmen konsumer, komersial, dan SMME. Saat ini, segmen konsumer mendominasi pembiayaan UUS dengan porsi sebesar 52%. Adapun, penyumbang NPF kami yang terbesar adalah segmen korporasi," ujar dia saat peluncuran produk pembiayaan perumahan iB Flexi di Jakarta, Rabu (19/8).

Selain itu, Pandji mengungkapkan, salah satu pertimbangan UUS CIMB Niaga untuk meningkatkan pembiayaan ke segmen komersial dan SMME adalah terkait dengan jaringan kantor cabang yang lebih luas. Sebab, cabang dari UUS untuk segmen korporasi hanya berada di wilayah DKI Jakarta.

"Sementara itu, kantor cabang untuk bisnis segmen komersial dan SMME kami kan lebih merata di seluruh wilayah Indonesia," ungkap dia.

Sampai semester I lalu, CIMB Niaga membukan total kredit Rp 180,82 triliun, tumbuh 9,8% secara year on year (yoy). Sementara dari sisi UUS, total pembiayaan menyentuh Rp 6,65 triliun, tumbuh 8,3% (yoy). Pada akhir tahun ini, ungkap Pandji, UUS CIMB Niaga menargetkan penyaluran pembiayaan dapat tumbuh menjadi kisaran Rp 8,1-8,2 triliun.

"Kami upayakan dapat mencapai angka tersebut. Kalau lebih mungkin tidak, karena perekonomian kita juga melambat," ungkap dia.

Devie Kania/HS

Investor Daily

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 01.11  

0 komentar:

Poskan Komentar