“Sektor Usaha Jateng-DIY Naik Signifikan - VIVA.co.id”

Senin, 03 Agustus 2015

“Sektor Usaha Jateng-DIY Naik Signifikan - VIVA.co.id”


Sektor Usaha Jateng-DIY Naik Signifikan - VIVA.co.id

Posted: 03 Aug 2015 12:00 AM PDT

VIVA.co.id - Kantor Perwakilan Bank Indonesia V wilayah Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta, merilis sektor usaha bidang ekonomi di Jawa Tengah mengalami kenaikan signifikan pada triwulan II-2015. 
Hal itu berdampak baik pada kondisi perusahaan dibandingkan tahun sebelumnya.
Tercatat, angka saldo bersih tertimbang (SBT) pada kuartal II-2015 sebesar 36,8 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan SBT triwulan I-2015 sebesar 7,55 persen.
Direktur Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia V wilayah Jateng-DIY, Marlison Hakim, mengatakan SBT adalah selisih antara persentase responden yang memberikan jawaban meningkat dan yang memberikan jawaban menurun. Selanjutnya dikalikan dengan bobot sektor/subsektor.
"Meskipun kegiatan usaha tumbuh meningkat, kapasitas produksi pada triwulan II-2015 relatif stabil dibandingkan triwulan sebelumnya," jelas dia, di Semarang, Senin 3 Agustus 2015.
Sementara itu, dibandingkan semester II-2014 lalu, angka SBT di sektor usaha bidang ekonomi relatif sama dibandingkan periode yang sama, yakni sebesar 35,9 persen.
Dia menjelaskan, pertumbuhan kegiatan usaha berbagai sektor alami meningkat, antara lain pada tiga sektor ekonomi utama di provinsi Jawa Tengah, yaitu sektor industri pengolahan, sektor perdagangan berupa hotel, dan restoran, serta sektor pertanian mulai dari perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan.
"Efeknya, kondisi likuiditas dan kondisi rentabilitas perusahaan masih baik dibandingkan triwulan sebelumnya," jelas dia.
Sementara itu, akses kredit ke perbankan di Jawa Tengah pada triwulan II-2015 mengalami hambatan dibandingkan triwulan sebelumnya. 
Hal itu berpengaruh pada kegiatan investasi pada triwulan II-2015, yang mengalami penurunan, yang ditunjukkan melalui SBT sebesar 4,8 persen lebih rendah dari pada triwulan sebelumnya sebesar 10,08 persen.
"Hambatan akses kredit perbankan ini berdampak pada penggunaan tenaga kerja mengalami penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya," ungkapnya.
Sebagaimana tercermin melalui SBT, penggunaan tenaga kerja pada triwulan II-2015 turun 0,37 persen, sedangkan triwulan sebelumnya naik 0,8 persen. 
Sementara itu, tekanan harga jual pada triwulan II-2015 menurun dibandingkan triwulan sebelumnya. 
"Kegiatan usaha pada triwulan III-2015 diperkirakan akan mengalami peningkatan yang ditunjukkan dengan angka SBT sebesar 45,66 persen. Pertumbuhan terjadi di hampir seluruh sektor, terutama pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan perikanan dengan SBT sebesar 13,93 persen," ujarnya. (asp)

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 01.19  

0 komentar:

Poskan Komentar