“Usaha Tambak Udang Bantul Diambang Kebangkrutan - Harian Jogja - Harian Jogja”

Senin, 27 Juli 2015

“Usaha Tambak Udang Bantul Diambang Kebangkrutan - Harian Jogja - Harian Jogja”


Usaha Tambak Udang Bantul Diambang Kebangkrutan - Harian Jogja - Harian Jogja

Posted: 26 Jul 2015 08:45 PM PDT

Bisnis.com, BANTUL—Usaha tambak udang di pesisir selatan Kabupaten Bantul satu per satu tutup lantaran para pengusaha bangkrut.

Tutupnya sebagian tambak udang diungkapkan salah satu pengusaha tambak udang di Dusun Wonoroto, Desa Gadingsari, Kecamatan Sanden, Subida. Ia mengungkapkan, di Dusun Wonoroto saja, kini sudah ada sekitar lima kolam tambak yang berhenti beroperasi termasuk tambak yang dikelola kelompoknya.

"Kelompok kami memiliki dua kolam tambak, sekarang yang operasi cuma satu, kolam satunya sudah kami tutup," ujar Subida, Sabtu (25/7/2015).

Jumlah tambak yang berhenti beroperasi di Wonoroto menurutnya lebih sedikit dibanding yang terjadi di Dusun Kuwaru, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan. Meski demikian, dia mengaku tidak tahu data pasti berapa tambak yang telah tutup di Kuwaru.

"Di Kuwaru lebih banyak lagi yang tutup karena di sana ada ratusan kolam tambak," ujarnya.

Penutupan tambak udang dilakukan lantaran pengelola bangkrut akibat udang terserang penyakit berak putih yang menyebabkan produksi menurun. Penyakit tersebut terutama menyerang saat musim hujan beberapa waktu lalu.

Lantaran produksi anjlok, para petambak tidak mampu lagi membeli pakan udang. Subida memberi contoh, kelompoknya mengalami kerugian Rp45 juta sehingga satu kolam terpaksa berhenti beroperasi.

Kebangkrutan bisnis tambak itu kabarnya menelan kerugian hingga lebih dari Rp1 miliar. "Saya dengar dari teman-teman pihak penyuplai pakan udang yang selama ini berhubungan dengan pabrik pakan rugi hingga Rp1 miliar. Karena dia sudah beli pakan, tapi petambak tidak ada uang untuk membeli atau membayar pakan yang dulu mereka ambil," katanya.

Menurut Subida, pemerintah tidak perlu repot-repot menutup tambak udang ilegal alias tidak berizin di pesisir selatan, sebab dengan sendirinya tambak-tambak itu akan berhenti beroperasi. "Pemerintah enggak usah repot-repot menutup tambak, nanti juga habis sendiri," katanya sinis.

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 01.14  

0 komentar:

Poskan Komentar