“Revitalisasi Usaha Kecil Bunga Kredit Diturunkan - Tempo.co”

Minggu, 31 Mei 2015

“Revitalisasi Usaha Kecil Bunga Kredit Diturunkan - Tempo.co”


Revitalisasi Usaha Kecil Bunga Kredit Diturunkan - Tempo.co

Posted: 29 May 2015 06:21 PM PDT

Sabtu, 30 Mei 2015 | 08:17 WIB

Revitalisasi Usaha Kecil, Bunga Kredit Diturunkan

Seorang pengrajin membuat shuttlecock di UKM binaan BRI di Singosari, Malang, Jawa Timur, (26/4). BRI menargetkan pada akhir bulan April 2013, penyaluran kredit mikro untuk mambantu permodalan UKM bisa mencapai Rp 3 triliun. Tempo/Amston Probel

TEMPO.COJakarta – "Pemerintah mengupayakan pemberian bunga rendah untuk kredit bagi usaha kecil-menengah, termasuk kredit usaha rakyat (KUR)," kata Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil di Jakarta, Jumat.

"Selama ini, kan, suku bunga terlalu tinggi, maka dari itu pemerintah mencari jalan supaya bisa menurunkan bunga kredit kecil, termasuk KUR," kata Sofyan seusai rapat bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor Wakil Presiden di Jakarta, Jumat.

Upaya penekanan suku bunga kredit tersebut dilakukan untuk merevitalisasi usaha kecil dan menengah agar dapat memperoleh kredit dan tidak macet. Sofyan mengatakan salah satu upaya untuk menekan suku bunga tersebut adalah memberikan likuiditas kredit dari pemerintah.

"Salah satu jalan untuk menekan itu adalah pemerintah melakukan likuiditas. Itu yang akan kita lakukan studi lebih lanjut dan membahas lebih rinci lagi dalam satu bulan mendatang, tidak lama lagi," ujarnya. 

Dia menjelaskan selama ini suku bunga untuk kredit usaha kecil dan menengah tinggi, yakni 21 persen, karena pemberian dana tersebut berasal dari bank. "Selama modal itu dari perbankan, bunganya pasti mahal, kan. Karena itu, harus diinjeksi dengan kredit likuiditas dari pemerintah seperti program-program zaman dulu," tuturnya.

Untuk memberikan likuiditas tersebut, Sofyan melanjutkan, pihaknya perlu melakukan kajian lebih lanjut terkait dengan cadangan modal yang masih dimiliki pemerintah. "Harus dilihat lagi berapa banyak cadangan pemerintah yang ada, apakah bisa dipakai atau barangkali kita akan menggunakan pinjaman internasional untuk menjadikan kredit likuiditas itu," ucapnya.

Selain itu, dia melanjutkan, perlu dikaji mengenai sumber pendanaan, sumber likuiditas, serta besaran likuiditas yang sanggup diberikan.

ANTARA

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 01.49  

0 komentar:

Poskan Komentar