“APEC Dukung Usaha Mikro Bersaing di Kawasan Asia-Pasifik - Tempo.co”

Minggu, 24 Mei 2015

“APEC Dukung Usaha Mikro Bersaing di Kawasan Asia-Pasifik - Tempo.co”


APEC Dukung Usaha Mikro Bersaing di Kawasan Asia-Pasifik - Tempo.co

Posted: 23 May 2015 10:00 PM PDT

Minggu, 24 Mei 2015 | 10:21 WIB

APEC Dukung Usaha Mikro Bersaing di Kawasan Asia-Pasifik

Aktifitas jual beli di toko batik grosir dan eceran Irfan di pasar Tanah Abang, Jakarta, 14 April 2015. Pemerintah melalui kementerian Perdagangan akan melarang impor kain batik ataupun yang menyerupai batik untuk melindungi usaha batik dalam negeri. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

TEMPO.COJakarta - Forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) mendorong agar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi hal penting dalam agenda perdagangan global guna mewujudkan perekonomian yang inklusif di kawasan Asia-Pasifik.

"Pencantuman UMKM dalam agenda perdagangan global seharusnya bukan hanya ngomong-ngomong dan bukan hanya suatu sampingan. UMKM harus menjadi bagian yang penting serta dimasukkan dalam kebijakan dan tindakan yang dapat mempengaruhi perdagangan global," kata Ketua Forum Menteri Perdagangan APEC 2015 Gregory L. Domingo di Boracay, Sabtu, 23 Mei 2015.

Menurut dia, UMKM memegang peran penting dalam realisasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang di masing-masing negara anggota APEC dan di seluruh wilayah APEC, karena sebagian besar bisnis di kawasan Asia-Pasifik berbentuk UMKM.

"Jadi saya menilai penting bahwa pendekatan kita (APEC) meliputi kepentingan UMKM, khususnya usaha mikro dan pedesaan sebagai prioritas. Salah satu komponen penting dari upaya ini adalah meningkatkan kemampuan mereka mengambil keuntungan dari peluang bisnis lintas batas, yang dalam prosesnya akan meningkatkan perekonomian kita," ujar Domingo.

Menteri Perdagangan dan Industri Filipina itu juga menilai UMKM merupakan bagian integral dalam upaya para anggota ekonomi APEC mengejar dan meningkatkan integrasi ekonomi regional serta mencapai pertumbuhan yang adil dan inklusif.

"Ketika UMKM, yang terdiri atas sebagian besar manufaktur dan badan komersial, benar-benar dikesampingkan, pertumbuhan ekonomi yang adil dan inklusif bagi kawasan Asia-Pasifik hanya akan menjadi mitos," ucapnya.

Karena itu, tutur Domingo, pemerintah masing-masing anggota ekonomi APEC perlu mengenali karakter dan perbedaan kapasitas dari UMKM guna mendapatkan parameter yang mencerminkan dan responsif terhadap kebutuhan UMKM.

"Ke depannya, pertumbuhan yang adil dan inklusif hanya dapat dicapai ketika ada lingkungan yang memungkinkan dan mempromosikan partisipasi penuh dari UMKM dalam perdagangan global," ujarnya.

Menteri perdagangan dari 21 negara anggota ekonomi APEC melakukan pertemuan dalam rangkai acara APEC 2015, yaitu Ministers Responsible for Trade Meeting, yang dilaksanakan pada 23-24 Mei 2015 di Pulau Boracay, Provinsi Aklan, Filipina.

Para menteri perdagangan tersebut akan membahas beberapa langkah yang akan diambil untuk membuka sumber-sumber perdagangan dan pertumbuhan investasi yang baru dan yang belum dimanfaatkan secara maksimal, sambil memastikan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dan kalangan bisnis di masing-masing negara dan di seluruh wilayah Asia-Pasifik. 

APEC adalah forum ekonomi utama Asia-Pasifik yang tujuan utamanya adalah mendukung pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran yang berkelanjutan di kawasan Asia-Pasifik.

Melalui APEC, negara-negara di kawasan Asia-Pasifik bersatu dalam upaya membangun komunitas yang dinamis dan harmonis dengan memperjuangkan perdagangan dan investasi yang bebas dan terbuka, mempromosikan dan mempercepat integrasi ekonomi regional, mendorong kerja sama ekonomi dan teknis, serta memfasilitasi lingkungan bisnis yang menguntungkan dan berkelanjutan. 

ANTARA

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 01.37  

0 komentar:

Poskan Komentar