“Galau Antara Teruskan Usaha Orangtua atau Kerja Kantoran - Okezone”

Minggu, 19 April 2015

“Galau Antara Teruskan Usaha Orangtua atau Kerja Kantoran - Okezone”


Galau Antara Teruskan Usaha Orangtua atau Kerja Kantoran - Okezone

Posted: 18 Apr 2015 07:06 PM PDT

SALAM

Saya pria usia 29 tahun, belum menikah dan kerja sebagai subkontraktor. Begini, saya ingin keluar dari kerjaan mengingat kerjaan saya hanya satu mendapat proyek dari kantor (perusahaan), dan itu pun kalau dapet proyek. Selama ini saya buka usaha loket PPOB Online di rumah untuk kebutuhan hidup saya dan keluarga sehari-hari.

Pertayaan saya adalah :

1. Saya ingin kerja kantoran seperti lain nya, apakah bisa?

2. Ayah saya melarang kerja kantoran, mengingat kerja di subkontraktor tidak ada yang bisa menggantikan ayah saya yang notabene-nya adalah pemilik atau bos saya sendiri, makanya saya (diarahkan) sebagai pengganti ayah kelak.

3. Terus terang, uang hasil kerja keras sebagai subkontraktor makin lama makin habis dipakai, bagaimana kehidupan saya ke depannya kelak bila kerja seperti ini terus, kadang kerja kadang menganggur di rumah.

4. Bila bisnis sampingan, kira-kira bisnis apa yang cocok buat saya yang sehari-hari nya ada di rumah?

Tolong saya, apa yg harus saya lakukan?

Amat Kartono

 

Jawab :

Hai mas Amat,

Menganalisa dari keterangan yang Anda sampaikan, saya menyimpulkan bahwa ayah Anda menginginkan mas Amat sebagai pengganti dirinya kelak yang akan memimpin perusahaan subkontraktor tersebut. Sebagai anak yang patuh dan berbakti pada orangtua Anda memang berusaha memenuhi keinginan orangtua tersebut, namun memang kendalanya adalah proyek yang Anda tangani masih sedikit.

Akibatnya adalah uang yang bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari menjadi semakin menipis. Bila pertanyaan Anda adalah bisakah Anda bekerja kantoran seperti orang lain, jawabannya pasti tentu saja bisa. Namun sebenarnya Anda sudah menemukan jawaban pertanyaan Anda sendiri di poin berikutnya.

Bila memang keadaannya seperti itu, saran saya adalah cobalah untuk berbicara baik-baik dengan orangtua Anda. Katakan dengan terbuka bahwa sebenarnya mas Amat tidak menolak untuk mewarisi usaha dari orangtua, namun karena kendala keuangan yang semakin menipis akibat hampir tidak adanya proyek membuat Anda juga harus bersikap realistis.

Bila alasan orangtua Anda memaksa Anda bertahan di bisnis ini agar Anda semakin paham dengan seluk beluknya dan siap seandainya suatu ketika diwarisi bisnis tersebut, maka sebagai jalan tengah coba tawarkan pada orangtua bahwa Anda akan bekerja di kantoran yang bisnisnya serupa dengan yang dijalankan oleh orangtua Anda. Jadi hitung-hitung Anda 'belajar' di perusahaan lain yang proyeknya lebih banyak, sekaligus Anda bisa mendapatkan uang untuk kehidupan sehari-hari.

Bila kemudian Anda memilih untuk menjalankan bisnis sampingan, menurut saya usaha loket PPOB yang Anda jalankan sudah merupakan bisnis sampingan. Bila ternyata hasilnya masih dirasa kecil, berarti yang harus dilakukan adalah dengan menjaring lebih banyak lagi pelanggan. Namun bila Anda menginginkan bisnis lainnya untuk dijalankan, cobalah untuk mengamati di sekitar Anda, kira-kira bisnis apa yang bisa dijalankan dan memiliki peluang untuk memberikan income.

Dari sekian banyak alternatif, cari tau mana yang paling Anda sukai. Dari situlah Anda bisa memulai bisnis tersebut. Jadi dengan alternatif bisnis sampingan tersebut, selain Anda bisa mendapatkan uang, Anda juga tidak perlu membuat orangtua menjadi risau karena merasa ditinggalkan oleh calon pewaris bisnis mereka.

Salam,

Andy Nugroho, CFP (twitter @AndyTrinugroho)
PT. Mitra Rencana Edukasi - Perencana Keuangan / Financial Planner 
Website. www.mre.co.id, Portal. www.kemandirianfinansial.com
Fanspage. MreFinancialBusinessAdvisory, Twitter. @mreindonesia
Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
Youtube. Mitra Rencana Edukasi – MRE Indonesia

Anda memiliki pertanyaan seputar masalah keuangan, kami siap beri solusinya. Kirimkan pertanyaan Anda ke economy@okezone.com, dan redaksi@okezone.com dengan subyek "Konsultasi Ekonomi".

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 01.18  

0 komentar:

Poskan Komentar