“Peluang Kalung Handmade Beromzet Rp5 Juta per Bulan”

Sabtu, 14 Februari 2015

“Peluang Kalung Handmade Beromzet Rp5 Juta per Bulan”


Peluang Kalung Handmade Beromzet Rp5 Juta per Bulan

Posted: 13 Feb 2015 04:26 PM PST

JAKARTA – Hobi mampu membuka peluang usaha. Hal itu terbukti pada Jessica, yang gemar melakukan kerajinan tangan sejak duduk di bangku SD. Kala itu, wanita yang akrab disapa Chika ini suka menjahit baju untuk mainan boneka Barbie dari kain-kain perca. Namun siapa sangka berkat keuletannya membuat prakarya justru menghantarkan dia berusaha kalung handmade.

Awalnya Chika adalah karyawan investment banking salah satu perusahaan sekuritas BUMN. Setelah menikah di Oktober 2014, wanita 26 tahun ini pun memutuskan untuk resign dan mulai mencoba menjual hasil karyanya satu tahun terakhir.

Dia pun memantapkan diri menekuni bisnis aksesoris kalung. Karena sudah tidak bekerja ia pun punya banyak waktu untuk menghasilkan kalung karyanya di rumah. Dia juga punya waktu untuk pergi ke pameran aksesoris serta browsing internet untuk dapat ide segar yang bisa diaplikasikan dalam pembuatan kalung.

Diakuinya, modal awal untuk membuat kalung handmade ini adalah Rp1,5 juta. Namun kini dia mampu meraih omzet sekira Rp5 juta per bulan.

Dalam sehari, dia membuat sekira 3-5 kalung, tergantung ketersediaan bahan dan pesanan. Dan dalam sebulan, rata-rata dia memproduksi sekira 80 kalung. Dalam sebulan, di luar reseller, dia bisa menjual sekira 50-60 kalung.

Tapi, perjalanan usahanya ini tidak semudah membalikkan tangan. Dia bercerita bahwa usahanya pun tak luput dari masalah, misalnya kendala dalam mencari bahan baku.

"Karena bahan-bahannya tidak dapat dibeli di satu tempat, kita harus rajin hunting dan itu melelahkan," tutur dia kepada Okezone di Jakarta, baru-baru ini.

Dalam merangkai kalung, Chika memakai bahan baku impor dari China dengan harga yang cukup mahal. Namun pasokan bahan baku tidak selamanya tersedia di pasaran. Sehingga dia kerap harus menunggu lebih dari satu bulan. Namun, semuanya itu dia hadapi dengan kesabarannya dan kemauan yang tinggi demi menghasilkan produk yang berkualitas dan cantik digunakan pelanggan.

Menurut Chika, peluang usaha menjual kalung sangat menjanjikan. Ada beberapa alasan, namun yang utama bagi kaum wanita aksesoris adalah sebuah kebutuhan penting. Apalagi wanita kerap konsumtif dalam membeli aksesoris. Ditambah lagi, tidak semua hawa memiliki keahlian khusus untuk membuat kalung handmade. Peluang itulah yang dia tangkap menjadi sebuah usaha.

"Paling hanya bisa jahit, minimal jahit tangan. Selebihnya hanya dibutuhkan kesabaran, kreatifitas dan ketelitian dalam membuat kalung," ucap Chika membocorkan kiat usahanya.

Untuk menjajakan hasil kalungnya, Chika menggunakan media online seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, Line atau BBM. Soal target pembeli, sudah pasti wanita. Tetapi tidak menutup kemungkinan ia tawarkan ke pria, karena bisa dijadikan hadiah pemberian untuk kekasih, ibu, kakak, adik atau teman.

Lalu, apa modal sukses untuk membuka usaha lainnya?

"Apabila ingin memulai usaha, jangan karena istilahnya lapar mata. Kalau memang tidak ada passion pada bidang tersebut sebaiknya jangan. Karena tidak akan maksimal hasilnya dan semua usaha apapun itu harus yakin dan tekun," ujar dia.

Recommended article: Chomsky: We Are All – Fill in the Blank.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 01.49  

0 komentar:

Poskan Komentar