“Tentang Bisnis Anak Komjen Budi yang Dapat Kredit Rp 57 M di Usia 19 Tahun”

Kamis, 15 Januari 2015

“Tentang Bisnis Anak Komjen Budi yang Dapat Kredit Rp 57 M di Usia 19 Tahun”


Tentang Bisnis Anak Komjen Budi yang Dapat Kredit Rp 57 M di Usia 19 Tahun

Posted: 14 Jan 2015 10:17 PM PST

Kamis, 15/01/2015 13:15 WIB

Rachmadin Ismail - detikNews

Halaman 1 dari 3

Jakarta - Putera Komjen Budi Gunawan, Muhammad Herviano Widyatama, menjadi sorotan karena masuk dalam pusaran urusan rekening gendut. Komjen Budi menyebut duit puluhan miliar rupiah yang masuk dalam tabungannya terkait bisnis sang anak. Bagaimana sebenarnya bisnis tersebut?

Dalam surat Kabareskrim Polri nomor B/1538/VI/2010 tertanggal 18 Juni 2010 terkait hasil penyelidikan rekening gendut Komjen Budi Gunawan, tercatat dengan lengkap proses perizinan bisnis hingga urusan keluar masuk uang. Ditulis juga dengan lengkap bagaimana kondisi perusahaannya.

Namun, yang perlu diingat, ini adalah hasil penyelidikan Polri berdasarkan pemeriksaan dan pengakuan Komjen Budi Gunawan serta pihak terkait. Belum jelas apakah data ini sama dengan hasil penelusuran PPATK atau KPK terkait kasus rekening gendut.

Proses Awal Bisnis

Dari hasil pemeriksaan terhadap Herviano, diketahui Herviano yang kala itu berusia 19 tahun berencana melakukan usaha bisnis di bidang pertambangan timah dan perhotelan, namun kekurangan dana. Dia lalu bicara pada sang ayah Komjen Budi Gunawan agar mendapat bantuan. Kemudian Komjen Budi memperkenalkan Herviano ke rekan bisnisnya, Robert Priantono Bonosusatya dan Lo Stefanus.

Selanjutnya, Robert Priantono memperkenalkan Herviano dengan David Koh, kuasa direksi dari kreditur Pacific Blue International Limited, perusahaan asal Selandia Baru. Akhirnya disepakati pinjaman kredit sebesar US$ 5,9 juta atau bila dikonversi dengan kurs saat itu nilainya mencapai Rp 57 miliar pada 6 Juli tahun 2005.

Duit itu kemudian diterima Herviano secara tunai dan dimasukkan oleh staf Budi Gunawan, Iie Tiara, ke rekening Budi Gunawan dan Herviano. Pinjaman kredit harus dilunasi selama tiga tahun dengan bunga disesuaikan dengan Singapore Interbank Offered Rate ditambah 2% yang diperhitungkan secara bulanan. Next


Foto Rekayasa semakin mirip dengan foto asli, Anda bisa foto dengan siapa saja tanpa bertemu orangnya secara langsung. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mad/nrl)

Ikuti perkembangan detik demi detik upaya pencarian AirAsia QZ8501 disini.


Foto Video Terkait


Recommended article: Chomsky: We Are All – Fill in the Blank.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 01.45  

0 komentar:

Poskan Komentar