“Pelaku Usaha Sewa Ban di Pantai Ancol Terancam Diputus”

Rabu, 28 Januari 2015

“Pelaku Usaha Sewa Ban di Pantai Ancol Terancam Diputus”


Pelaku Usaha Sewa Ban di Pantai Ancol Terancam Diputus

Posted: 27 Jan 2015 08:57 PM PST

JAKARTA - Bermain di pantai tidak lengkap rasanya jika tidak menggunakan ban. Ceruk usaha ini pun telah menjamur di bibir pantai Ancol, Jakarta Pusat.

Jika masuk ke kawasan wisata pantai Taman Impian Jaya Ancol akan mudah ditemukan jasa sewa ban. Rata-rata usaha mereta tersebut sudah berjalan secara turun temurun sejak tahun 1960-an. Kehadiran jasa sewa ban seakan melengkapi kebahagiaan berwisata di utara Jakarta tersebut.

Namun, kini usaha tersebut terancam diputus oleh PT Ancol. Mereka yang mayoritas warga kelurahan Pademangan, Jakarta Utara itu, pun mendatangi DPRD DKI Jakarta mengutarakan kekecewaannya.

Demikian disampaikan Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi B yang membidangi masalah Pariwisata dari Fraksi PKS Nasrullah, setelah menerima warga pelaku usaha sewa ban yang dipimpin Ganda dan Adang Juarsa.

Para penyewa ban menduga pemutusan kontrak usaha dari pihak Ancol dilakukan tidak resmi. Sebab tidak tidak dilengkapi nomor dan tidak ada stempel.

Saat ini karena pantai tersebut sudah dimiliki Ancol, maka ditertibkan dengan adanya kontrak tahunan, "Para pelaku usaha sewa ban ini dengan taat membayar yang ditentukan, mereka bayar bulanan, dan kini yang memberatkan adanya pungutan harian yang besaranya Rp300 ribu, terlebih dengan adanya surat yang diduga tidak resmi ini," tuturnya, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (28/1/2014).

Pembayaran bulanan penyewa masuk ke kas daerah, namun pungutan harian ini yang memberatkan dan tidak jelas masuk kemana, "Mereka keberatan untuk dikenakan pungutan harian, karena usaha ban ini tidak setiap hari ramai wisatawan, mereka juga mensinyalir ada oknum lapangan PT Ancol yang memiliki usaha, ini yang dikritisi," imbuh Nasrullah yang juga Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta.

Para warga yang memiliki usaha penyewaan ban ini tidak masalah jika ada pengusaha yang akan ikut meramaikan bisnis di pantai Ancol, namun mereka juga meminta untuk tetap dilibatkan dan terbuka.

"Mereka warga asli di dekat pantai Ancol, adanya mereka tidak merugikan, malah menguntungkan. Kini masalahnya hanya tinggal komunikasi saja dengan pihak Ancol, jika tidak ada solusi, Komisi B akan mengundang Dirut Ancol ke DPRD," tutup Nasrullah.

Recommended article: Chomsky: We Are All – Fill in the Blank.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 01.13  

0 komentar:

Poskan Komentar