“Usaha Walet Gulung Tikar, Rudi Buka Judi Online dengan Modal dari Bank”

Senin, 15 Desember 2014

“Usaha Walet Gulung Tikar, Rudi Buka Judi Online dengan Modal dari Bank”


Usaha Walet Gulung Tikar, Rudi Buka Judi Online dengan Modal dari Bank

Posted: 15 Dec 2014 12:43 AM PST

Senin, 15/12/2014 15:18 WIB

Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Rudi Suciawan alias Amir (61) ditangkap polisi karena membandari judi online beromset miliaran rupiah. Ia bahkan meminjam uang ke bank sebagai modal untuk membuka usaha judi lantaran usaha burung waletnya gulur tikar.

"Tersangka Rudi mengaku memasang modal awal sekitar Rp 500 juta, itu pengakuannya hasil pinjam ke bank," ucap Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Didik Sugiarto kepada detikcom, Senin (15/12/2014).

Didik menambahkan, saat pinjam uang ke bank, tersangka mengaku hendak membuka usaha lain. "Dia mengagunkan rumahnya di kawasan Sawah Besar sebagai jaminan ke bank," imbuhnya.

Sementara itu, Kanit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Handik Zusen mengatakan, tersangka sudah 1 tahun lebih menjalankan bisnis ilegalnya itu. Ditambahkan Handik, omset perjudian yang dicapai tersangka per bulannya mencapai Rp 1,7 miliar dengan keuntungan per bulan sekitar Rp 250 juta.

"Kami sita uang di rekeningnya sebesar Rp 688 juta," ucap Handik.

Rudi ditangkap bersama anaknya Peter Suciawan (25) dan menantunya, Willy Susanto (29) di rumahnya di Jl Mangga Besar, Kelurahan Mangga Dua Selatan, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (25/11) dini hari lalu.

Ketiga tersangka menyelenggarakan judi online di situs www.isin4d.com, www.horay4d.com dan www.jayaterus.com. Para tersangka dijerat dengan Pasal 303 KUHP dan Pasal Tindak Pidanda Pencucian Uang.

Di apartemen yang dijadikan tempat untuk mengelola judi, polisi menyita barang bukti 1 bundel bukti transaksi perbankan, 1 kardus rekapan judi, 3 buah token key BCA, 3 buah buku tabungan BCA, 4 buah artu ATM BCA dan 20 buah telepon genggam. Juga disita 5 buah kalkulator, 2 buah hardisk external, 2 unit laptop, 2 unit mesin fax, 1 unit CPU, 1 unit monitor, 49 buah kaset rekaman perjudian dan lain-lain.


Manusia Perahu tak punya kewarganegaraan, sering mencuri ikan dan menjualnya ke asing. Mengapa mereka justru diberi penampungan? Saksikan "Reportase Sore" TRANS TV tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mei/fjr)


Foto Video Terkait


This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.
Want something else to read? How about 'Grievous Censorship' By The Guardian: Israel, Gaza And The Termination Of Nafeez Ahmed's Blog

Diposkan oleh iwan di 01.14  

0 komentar:

Poskan Komentar