“USAHA PETERNAKAN Sapi & Kambing Di Riau Rugi Akibat ... - Bisnis Indonesia”

Minggu, 28 Desember 2014

“USAHA PETERNAKAN Sapi & Kambing Di Riau Rugi Akibat ... - Bisnis Indonesia”


USAHA PETERNAKAN Sapi & Kambing Di Riau Rugi Akibat ... - Bisnis Indonesia

Posted: 28 Dec 2014 12:36 AM PST

Bisnis.com, PEKANBARU - Pelaku usaha peternakan di Riau mengalami kerugian, karena rendahnya nilai produksi dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk mengembangbiakkan setiap ekor hewan ternak.

Mawardi Arsad, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, mengatakan tingginya biaya pakan dan upah pekerja membuat biaya pengembangbiakan ternak lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nilai jual di pasar. Untuk mengembangbiakkan sapi potong, pelaku usaha harus mengeluarkan Rp4,64 juta per ekor setiap tahunnya, sedangkan nilai jualnya hanya Rp2,35 juta per ekor.

Biaya produksi untuk usaha peternakan kambing mencapai Rp1,36 juta per ekor per tahun, dan harga jualnya Rp409.000 per ekor. Pelaku usaha ternak ayam kampung juga harus merugi karena biaya produksi mencapai Rp110.000 per ekor per tahun, dengan harga jual Rp27.000 per ekor, katanya di Pekanbaru, Minggu (28/12).

Mawardi menuturkan biaya pakan menjadi beban paling besar usaha sapi potong, karena mencapai 44,18% dari total biaya yang dikeluarkan. Kemudian upah pekerja yang mencapai mencapai Rp1,51 juta per ekor per tahun. Atau sekitar 32,57% dari total biaya produksi.

Untuk usaha ternak kambing, biaya pakan mencapai Rp673.000 per ekor per tahun, atau 49,21% dari total biaya yang dikeluarkan, sedangkan porsi upah pekerja mencapai 34,61% dari total biaya senilai Rp11,36 juta per ekor per tahun.

Untuk menyiasati tingginya harga pakan untuk sapi potong dan kambing, peternak mencari rumput untuk pakan sendiri, dan membersihkan kandangnya agar dapat menekan upah pekerja, ujarnya.

Berbeda dengan sapi potong dan kambing, porsi biaya terbesar untuk usaha ayam kampung justru pada upah pekerja yang mencapai Rp54.000 per ekor per tahun, atau sekitar 49,17% dari total biaya, sedangkan porsi untuk biaya pakan hanya 31,72%.

Peternak ayam kampung pun menyiasati kerugiannya dengan menjual telurnya. Pasalnya, rata-rata setiap ekor ayam kampung di Riau dapat menghasilkan 10,24 butir telur per siklus, dengan rata-rata 3,52 siklus per tahun.

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 01.36  

0 komentar:

Poskan Komentar