“JNE Siap Hadapi Pasar Bebas ASEAN - Tribunnews”

Sabtu, 06 Desember 2014

“JNE Siap Hadapi Pasar Bebas ASEAN - Tribunnews”


JNE Siap Hadapi Pasar Bebas ASEAN - Tribunnews

Posted: 06 Dec 2014 01:15 AM PST

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pasar bebas ASEAN sudah di depan mata. Semua sektor dipastikan berbenah untuk menghadapi perdagangan bebas lintas negara tersebut, tidak terkecuali sektor jasa logistik. Siapkah sektor logistik kita menghadapi gempuran asing pada 2015 nanti? Atau jangan-jangan hanya menjadi "budak" di tanah sendiri.

Johari Zein, Managing Director PT JNE, mengatakan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) memang membutuhkan strategi khusus yang tentunya tidak dimiliki negara lain di kawasan Asia Tenggara. Tapi sebelum sampai ke strategi, kata Johari, jawaban mendasar dari kesiapan sektor logistik sebenarnya bukan soal menghadapi asing atau tidak. Dengan adanya pasar bebas ASEAN tersebut, pasar logistik nasional bakal lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dan disinilah diperlukan kejelian sejumlah pengusaha dalam menangkap pasar yang belum tergarap selama ini.

Untuk menjadi tuan rumah di negara sendiri, Johari meminta peran pemerintah membantu sektor logistik dengan menyelesaikan sejumlah pekerjaan rumah yang selama ini menjadi batu sandungan bagi para pengusaha logistik untuk berkembang. Salah satu hal mendasar bagi para pengusaha logistik yaitu pungutan liar (pungli). Selain birokrasi yang kompleks, pungli juga dinilai menjadi tantangan terberat bagi pemerintah jika ingin bersaing dengan negara-negara ASEAN pada 2015 nanti.

Menurut Johari, pemerintah harus benar-benar memberikan perhatian lebih terhadap masalah pungli. Sebab, baik pungutan yang jenisnya resmi hingga ilegal, keduanya benar-benar merongrong pengusaha dan menjatuhkan kredibilitas bangsa yang masih merangkak untuk keluar dari jerat Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

"Selain masalah infrastruktur. Pungutan liar sangat meresahkan pengusaha logistik. Jika dihitung, dana yang harus dikeluarkan untuk menambal pungli di jalan memang menggerogoti dana operasional perusahaan logistik per harinya. Sangat tidak sehat (pungli, red), baik pungutan yang resmi hingga tidak resmi harus ditinjau kembali. Kami berharap ada komunikasi yang baik antara perusahaan jasa logistik dan pemerintah soal pungli agar tidak berlarut-larut," katanya kepada Tribunnews.com, beberapa waktu lalu.

Johari mencontohkan yaitu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang selama ini menaungi bandar udara terkadang menutup mata bahwasannya di sekeliling mereka masih banyak pungutan liar. Kendati BUMN tersebut memiliki tugas meningkatkan omzet, tapi terkadang, biaya yang dibebankan kepada pengusaha logisitik cukup memberatkan.

"Seharusnya semua pungutan ini dibahas, mana yang komersial dan mana yang tidak. Bukan hanya transportasi udara, transportasi darat dan laut juga harusnya diseragamkan pungutannya. Yang terjadi selama ini tidak ada penyeragaman, masing-masing menentukan biaya sendiri," katanya.

Johari sangat menaruh harapan terhadap pemerintahan baru. Dengan semangat baru, Pemerintahan Jokowi-JK diharapkan bisa memberantas korupsi sehingga biaya logistik yang tinggi bisa ditekan dan menggerus besaran inflasi. "Kalau ada penegakan hukum, biaya logistik turun, infrastruktur bagus, inflasi juga ikut turun."

Andalkan PESONA

Untuk bersaing dengan perusahaan logistik asing, JNE butuh sebuah strategi yang tidak dimiliki oleh perusahaan lain. Dalam hal ini, JNE bakal mengandalkan layanan pesanan khusus untuk kuliner Nusantara. Layanan tersebut diberi nama Pesona, singkatan pesanan oleh-oleh Nusantara.

Melalui layanan Pesona, JNE juga dipastikan bisa membantu bisnis dan pasar UMKM. Pesona juga memiliki layanan tanpa batas. Artinya, setiap pelanggan bisa memesan kuliner Nusantara apapun di manapun, dan dengan jumlah berapa saja.

"Selain mengandalkan Pesona, kami juga terus berinovasi untuk memperbaiki kemasan yang kami miliki agar mampu bersaing dengan perusahaan logistik lainnya," ujarnya.

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 01.22  

0 komentar:

Poskan Komentar