“Ini yang Dibutuhkan Pelaku Usaha UMKM Selain Kredit - Sriwijaya Post”

Kamis, 25 Desember 2014

“Ini yang Dibutuhkan Pelaku Usaha UMKM Selain Kredit - Sriwijaya Post”


Ini yang Dibutuhkan Pelaku Usaha UMKM Selain Kredit - Sriwijaya Post

Posted: 24 Dec 2014 10:22 PM PST


Pengusaha-pengusaha kecil dan sederhana itu mungkin tidak pernah mengerti bagaimana menyusun  neraca 10 lajur atau istilah-istilah keuangan yang rumit. Tetapi kebutuhan mereka tidak jauh berbeda dengan pengusaha besar. Mereka juga memerlukan sokongan dana, akses ke pasar, pengetahuan untuk mengelola keuangan bisnisnya.

mass market
BTPN dengan teratur memberikan pelatihan dengan berbagai modul untuk nasabahnya. BTPN memiliki 127 orang pelatih  yang bertugas di seluruh Indonesia. BTPN juga membuka kesempatan kepada para nasabah penabungnya untuk berbagi pengalaman kepada nasabah mass market yang menerima kredit dari BTPN.


Maimuna menggeluti bisnis kue kering setelah suaminya meninggal dunia beberapa tahun lalu. Dari hanya mengandalkan uang pensiunan suaminya, dia memutar otak untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Bermodal Rp 300.000 untuk membuat kue kering pada 2006, dia mulai membuat dan memasarkan kue keringnya.


Saat ini, omsetnya per bulan mencapai Rp 12 juta. Harga kue kering per toples besar berkisar antara Rp 80.000 hingga Rp 180.000. Omset ini bertambah menjelang hari raya seperti Natal ini. Seiring dengan perkembangan bisnisnya, kredit yang diterimanya juga sudah bertambah menjadi Rp 52 juta. "Saya sudah menolak pesanan sejak minggu lalu," katanya. 


Ketika itu, dia berfikir hendak menambah penghasilan setelah pensiun. Arfa pun memilih menjual jilbab yang dibuatnya sendiri."Modal pertama dari kantong sendiri sebesar Rp 3,5 juta. Saya menawarkan jilbab di arisan dan ternyata laku. Pada tahun 2011 saya mendapatkan pelatihan dan kredit modal sebesar Rp 60 juta," kata Arfa.


"Sekarang selain kamar dan ruang tamu, garasi saya juga penuh pakaian. Saya menaruh produk di bandara Sam Ratulangi, galeri Dekranasda Gorontalo juga di gedung Smeso Jakarta," katanya. Dia memiliki 73 orang ibu yang membantunya mengerjakan jilbab dan baju.


Dia mengatakan, dengan pelatihan-pelatihan tersebut, ikatan antara nasabah dengan bank semakin erat. Nasabah menjadi lebih loyal karena tidak sekadar diberikan kredit tetapi juga pelatihan yang memberdayakan.

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 01.43  

0 komentar:

Poskan Komentar