“Bisnis Lele, Muchlis Raup Rp150 Juta Perbulan - Poskotanews”

Sabtu, 27 Desember 2014

“Bisnis Lele, Muchlis Raup Rp150 Juta Perbulan - Poskotanews”


Bisnis Lele, Muchlis Raup Rp150 Juta Perbulan - Poskotanews

Posted: 26 Dec 2014 11:27 PM PST

BOGOR (Pos Kota) – Bisnis lele sangkuriang sangat menguntungkan. Pasalnya usaha dibidang ini, mempunyai kemampuan mengembalikan investasi jangka waktu cepat.

"Saya sudah pernah mencoba budidaya gurame, ikan mas, nila dan terakhir lele sangkuriang. Dari semua usaha ini, lele sangkuriang sangat menjanjikan," kata Mukhlis 43, pembudidaya ikan lele sangkuriang asal Desa Cibanteng, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.

Ia mengaku, usaha lele, leih cepat membawa seseorang mewujudkan cita-citanya menjadi jutawan dalam waktu cepat. "Lele sangkuriang tiga bulan sudah bisa dipanen untuk dijual. Kalau ikan gurame, mas dan nila itu membutuhkan waktu 8-9 bulan baru bisa dipanen,"kata Mukhlis.

"Selain waktunya lebih cepat di panen, lele ini bernilai gizi paling tinggi dibandingkan ikan air tawar lainnya, karena mengandung omega 3. Saya yakin kalau manajemen usaha bagus, pasti sukses," paparnya

Lebih tiga tahun menggeluti budidaya lele sangkuriang, Mukhlis sudah memiliki 37 kolam pembenihan dan 30 kolam pembesaran.
"Saya sudah punya delapan karyawan Sejumlah warga pun dilibatkan dalam proses sortir ikan dan saat pemanenan," ujarnya. Dengan usaha lele sangkuriang, ia mampu memberi nafkah lebih pada Atma Rohayani 40, istrinya.

"Saya kini jadi tujuan warga yang belajar cara membudidayakan ikan," ungkapnya. Hingga saat ini, Mukhlis telah menghasilkan 75 ribu benih dan 8 ton ikan lele sangkuriang per bulan, yang omzetnya mencapai Rp150 juta. Ia mengaku, hasil produksinya belum memenuhi kebutuhan pasar.

"Untuk Bogor produksi ikan tidak mencukupi. Permintaan dari pasar satu ton per hari, tapi kami belum bisa memenuhinya," tandas Mukhlis. Sedangkan untuk pasar Jakarta dan Bogor, permintaan pasar lebih banyak lagi.

"Kebutuhan pasar Jakarta dan Bogor sebesar 200 ton per hari. Sementara kemampuan petani Bogor maksimal hanya 30 persen per hari. Sisanya didatangkan dari Jawa Tengah," tambah Mukhlis. Ia bercita-cita ingin menjadikan Desa Cibanteng Bogor sebagai kawasan lele. "Jadi ingin menjadikan trademark bahwa Cibanteng sebagai kawasan lele. Saya siap dan akan membantu pembinaan teknologinya," kata  Mukhlis. (yopi/yo)

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 01.43  

0 komentar:

Poskan Komentar