“Ada Persaingan Usaha Dikasus Perampokan di Taksi - Inilah.com”

Jumat, 19 Desember 2014

“Ada Persaingan Usaha Dikasus Perampokan di Taksi - Inilah.com”


Ada Persaingan Usaha Dikasus Perampokan di Taksi - Inilah.com

Posted: 19 Dec 2014 12:17 AM PST

INILAHCOM, Jakarta - Perampokan di dalam taksi, yang berhasil dibongkar oleh Polda Metro Jaya, dianggap bukan cuma masalah kriminal. Tapi latar belakangnya, ada unsur persaingan usaha.

Dugaan itu dinilai oleh Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI). Tidak menutup kemungkinan didalamnya ada motif itu.

"Dugaan kesana ada, meskipun masih harus didalami lagi," kata Wakil Ketua Bidang riset dan Advokasi MTI, Djoko Setijowarno, saat dihubungi, Jumat (19/12/2014)

Walau begitu, masalah kriminalnya yang sangat bisa dibongkar. Sementara dugaan persaingan usaha, dia tidak yakin bisa terkuak ke permukaan.

"Ibarat kentut tak berbunyi. Baunya ada, tapi suaranya tak ada. Jadi sulit dibuktikan," ujar Djoko.

Diamenilai, bisnis taksi diwarnai persaingan tak sehat. Caranya dengan merusak perusahaan taksi lain, karena dianggap sebagai kompetitor yang berat. "Target utamanya adalah memonopoli bisnis taksi," katanya.

Menurut Djoko, caranya adalah suatu perusahaan menyusup kedalam perusahaan taksi yang menjadi pesaingnya. Lalu di situ terjadi perusakan, makanya citra perusahaan pesaing rusak.

Efeknya, konsumen akan menganggap perusahaan taksi ini tidak layak.Strategi seperti ini menurutnya bukanlah hal baru.

"Ini sudah saya dengar sejak lama," katanya.

Pola seperti ini, kata dia terjadi di daerah-daerah. Perusahaan taksi di daerah tak mampu melawan pesaingnya yang tiba-tiba masuk dan merebut penumpang.

Boleh saja perusahaan taksi besar masuk. Hanya saja harus merangkul pengusaha kecil disana. "Agar ada simbiosis mutualisme. Masyarakat di daerahpun semakin dilibatkan dalam membangun bisnis," katanya.

Kuasa hukum Express, Berman Limbong mengatakan m‎obil yang digunakan untuk perampokan bukan milik perusahaannya. "Bukan milik Express," ujarnya.

Sebab, jelas Limbong, sampai saat ini barang buktinya belum diketahui ada dimana. Artinya kalau memang itu mobil express, pihaknya tentunya akan diundang untuk menyaksikan bersama-sama. Apakah benar itu mobil Express yang hilang, sesuai dengan laporan polisi No: 205 di Polsek Setiabudi pada 24 November 2014.

Mobil putih yang dipergunakan oleh tersangka untuk melakukan aksi kejahatan berupa perampokan penumpang dengan modus memodifikasi jok belakang.

Limbong mengatakan, kalau dasar mobil itu bukan milik Express, karena berbicara fakta yang ada, terkait adanya kehilangan satu unit mobil Express yang sudah dilaporkan pada 21 November 2014.

"Kami laporkan ke Polsek Setiabudi pada 24 November, dengan nomor polisi: B 1733 KTD, dengan nomor lambung: BD 6075. Itu dari segi bukti formalnya, artinya sepanjang pihak-pihak yang membangun rumor tidak bisa membuktikan bahwa mobil itu adalah yang kami laporka," kata Berman Limbong.

Sementara taksi yang dipakai tersangka S untuk merampok berplatnomor depan B 1147 TDL, dibelakang: B 3317 K.

"Jadi sangat jauh dari nomor polisi saja sudah beda, dan nomor lambungnya 8015. Jadi ada duplikasi daripada nomor lambung mobil express yang aktif," imbuhnya. [gus]

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.
Want something else to read? How about 'Grievous Censorship' By The Guardian: Israel, Gaza And The Termination Of Nafeez Ahmed's Blog

Diposkan oleh iwan di 01.32  

0 komentar:

Poskan Komentar