“BPS: Indeks Tendesi Bisnis dan Konsumen Kuartal III Terus Membaik - BeritaSatu”

Rabu, 05 November 2014

“BPS: Indeks Tendesi Bisnis dan Konsumen Kuartal III Terus Membaik - BeritaSatu”


BPS: Indeks Tendesi Bisnis dan Konsumen Kuartal III Terus Membaik - BeritaSatu

Posted: 04 Nov 2014 11:46 PM PST

Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan Indeks Tendesi Bisnis (ITB) pada kuartal III-2014 adalah sebesar 107,24.

Kepala BPS Suryamin mengatakan tingkat optimisme pelaku bisnis kuartal III-2014 tercatat 107,24 atau lebih tinggi dibandingkan kuartal II- 2014 hanya mencapai 106,00. "Pada kuartal III-2014 ITB semakin meningkat, pengusaha semakin percaya terhadap pertumbuhan ekonomi," ujar dia saat konferensi pers di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (5/11).

ITB adalah indikator perkembangan ekonomi usaha terkini hasil pengolahan data Survei Tendesi Bisnis (STB) hasil kerja sama BPS dengan Bank Indonesia (BI). STB dilakukan setiap kuartal di beberapa kota besar, jumlah sampel STB pada kuartal III-2014 adalah 2.870 perusahaan besar dan sedang.

Suryamin mengatakan peningkatan kondisi bisnis pada kuartal III-2014 terjadi pada semua sektor ekonomi kecuali pertambangan dan penggalian yang mengalami penurunan. Peningkatan kondisi bisnis tertinggi terjadi pada sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan dengan nilai ITB sebesar 112,43, sedangkan peningkatan terendah terjadi pada sektor listrik, gas dan air bersih dengan nilai ITB sebesar 103,92.

Selain itu, faktor yang mempengaruhi kondisi bisnis pada kuartal III-2014 adalah terjadinya peningkatan pendapatan usaha dengan nilai indeks 109,15, kapasitas produksi usaha dengan nilai indeks 107,45 dan rata rata jumlah jam kerja dengan nilai indeks 105,58.

Suryamin memperkirakan nilai ITB pada kuartal IV-2014 berada pada kisaran 103,94. Jika perkiraan ini benar, maka kondisi bisnis sampai akhir tahun terus membaik.

Pada kuartal IV-2014, sektor ekonomi diperkirakan akan terus meningkat terutama sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan dengan nilai ITB berada pada kisaran 108,18 dan peningkatan terendah terjadi pada sektor pertambangan dan penggalian sebesar 102,14.

Suryamin mengatakan BPS tidak hanya melakukan survei terhadap bisnis, tetapi juga Indeks Tendesi Konsumen (ITK) Menurutnya, ITK Nasional pada kuartal III-2014 adalah 112,44 dimana kondisi konsumen meningkat dari kuartal sebelumnya yang mencapai 110,76.

ITK adalah indikator perkembangan ekonomi konsumen terkini yang dihasilkan BPS melalui Survei Tendensi Konsumen (STK). Adapun jumlah sampel STK pada kuartal III-2014 adalah 13.076 rumah tangga di seluruh provinsi.

Peningkatan ITK pada kuartal III-2014 disebabkan kenaikan semua komponen indeks terutama kenaikan pendapatan dan konsumsi beberapa komoditi makanan dan non makanan.

Menurut dia perbaikan kondisi ekonomi konsumen di tingkat nasional terjadi karena adanya peningkatan kondisi ekonomi di 33 provinsi, dimana 18 provinsi mempunyai indeks di atas nasional yaitu mencapai 54,55 persen.

Provinsi yang mempunyai ITK tertinggi adalah Kalimantan Timur dengan ITK 118,79, sementara Nusa Tenggara Timur tercatat mempunyai ITK Terendah yaitu 103,74.

Suryamin memperkirakan nilai ITK nasional pada kuartal IV-2014 berada pada kisaran 109,64. Perbaikan kondisi ekonomi konsumen terjadi di 33 provinsi dimana 16 provinsi diperkirakan mempunyai indeks di atas nasional yaitu 45,45 persen.

Provinsi yang mempunyai ITK tertinggi adalah Sulawesi Selatan dengan ITK mencapai 117,98 dan terendah Kalimantan Selatan dengan ITK sebesar 102,92.

Investor Daily

Penulis: DHO/WBP

Sumber:Investor Daily

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 01.45  

0 komentar:

Poskan Komentar