“Mau Berbisnis Day Care? Baca Ini Dulu”

Senin, 22 September 2014

“Mau Berbisnis Day Care? Baca Ini Dulu”


Mau Berbisnis Day Care? Baca Ini Dulu

Posted: 21 Sep 2014 10:37 PM PDT

Jakarta -Penitipan anak atau day care adalah peluang usaha yang menjanjikan. Di kota besar seperti Jakarta, konsumen day care adalah para orang tua yang bekerja dan membutuhkan bantuan untuk mengasuh anak-anaknya.

Yoyok Indrayatno, pengamat wirausaha, menyebutkan ada sejumlah hal yang harus diperhatikan jika ingin memulai bisnis day care. Pertama adalah lokasi atau tempat usaha.

"Nomor satu itu tempat. Nomor dua tempat, nomor tiga juga tempat. Kalau memilih tempat yang potensial, maka bisnis ini akan bagus," kata Yoyok kepada detikFinance, Senin (22/9/2014).

Saat ini, lanjut Yoyok, banyak orang tua muda yang tinggal di kota-kota sekitar Jakarta seperti Depok, Bekasi, atau Tangerang. Sementara mereka bekerja di jantung Jakarta. Tempat-tempat yang dilalui sepanjang Depok, Bekasi, atau Tangerang menuju pusat kota bisa menjadi lokasi yang potensial untuk bisnis day care.

"Misalnya untuk yang tinggal di Depok dan bekerja di pusat Jakarta, bisa menitipkan anaknya di day care daerah Ciganjur atau Lenteng Agung. Kemudian untuk orang tua yang tinggal di Tangerang bisa menitipkan di daycare daerah Kebon Jeruk. Atau untuk orang tua yang tinggal di Bekasi bisa menitipkan anak di day care daerah Cipinang," papar Yoyok, yang merupakan pendiri lembaga konsultasi Amanah Business Coach.

Kemudian, komplek perumahan kelas menengah-atas juga potensial untuk dijadikan lokasi bisnis day care. "Di mal juga bisa, tetapi perhatikan juga uang sewanya," ujar Yoyok.

Setelah lokasi, lanjut Yoyok, hal yang harus diperhatikan dalam membangun bisnis day care adalah penyusunan standar operasional. "Misalnya, merekrut pengasuh yang benar-benar punya hospitality (keramahan) luar biasa. Akan sangat mudah kalau SOP (Standard Operating Procedures) sudah tersusun," jelasnya.

Berbagai perlengkapan penunjang, tambah Yoyok, juga harus disiapkan. Misalnya tempat tidur, kamar mandi, mainan, dan lembaran busa di dinding agar anak tidak terluka ketika terantuk.

"Kalau perlengkapan ini tergantung kreativitas. Biayanya bisa disesuaikan dengan rencana bisnis," tutur Yoyok.

(hds/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 01.27  

0 komentar:

Poskan Komentar