“Bisnis BUMN Sulit Berkembang? Ini Kata Tanri Abeng”

Jumat, 12 September 2014

“Bisnis BUMN Sulit Berkembang? Ini Kata Tanri Abeng”


Bisnis BUMN Sulit Berkembang? Ini Kata Tanri Abeng

Posted: 11 Sep 2014 11:38 PM PDT

Jakarta -Keberadaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini dinilai sangat jauh untuk dapat dikatakan sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

Kepada detikFinance, Menteri Pendayagunaan BUMN Masa Kabinet Pembangunan VII Tanri Abeng menjelaskan, alasan gagalnya BUMN menjalankan fungsi sebagai tulang punggung ekonomi nasional ini terletak pada nilai perusahaan pelat merah itu sendiri.

Secara nilai perusahaan, hanya sedikit BUMN yang bisa dikatakan besar dan sehat. Apa penyebabnya?

Dalam Blue Print pengembangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Tanri Abeng merencanakan pengelompokan perusahaan pelat merah dalam 10 kelompok sesuai sektornya. Panduan penggabungan usaha BUMN ke dalam 10 sektor tersebut gagal terlaksana.

"Pengelompokan dalam holding, itu nggak jalan sama sekali. Itu sebabnya tidak terjadi penciptaan nilai sesuai dengan rencana. Kan harusnya ada sektoral holding," kata Tanri saat berbincang dengan detikFinance di Tanri Abeng University, Rabu (10/9/2014).

Lantaran pembetukan holding sektoral ini gagal terjadi, saat ini BUMN yang ada saling tercerai berai dan saling bersaing satu sama lain. Akibatnya, jangankan untuk meningkatkan nilai, untuk bertahan saja BUMN-BUMN ini sulit karena mereka bersaing untuk mendapatkan pasar yang kurang lebih sama.

"Saya kasih contonya seperti perusahaan perkebunan. Itu ada 15 perusahaan dan berdiri sendiri-sendiri. Jadi tidak ada mereka punya kekuatan. Harusnya merka bersatu power-nya satu," tegas Tanri.Next

Halaman 12
(ang/ang)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!

This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 01.08  

0 komentar:

Poskan Komentar