“Terganggu Tawaran Produk Lewat SMS, Laporkan ke OJK - Liputan6.com”

Minggu, 10 Agustus 2014

“Terganggu Tawaran Produk Lewat SMS, Laporkan ke OJK - Liputan6.com”


Terganggu Tawaran Produk Lewat SMS, Laporkan ke OJK - Liputan6.com

Posted: 09 Aug 2014 11:05 PM PDT

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong produk dan layanan jasa keuangan tumbuh sehat diikuti dengan perlindungan konsumen. Oleh karena itu, OJK mengatur penawaran produk keuangan melalui SMS dan telpon.

Ada dua hal yang diperhatikan untuk mengatur tata cara penawaran dan larangan terhadap sharing data pribadi konsumen terkati penawaran produk lewat sms dan telepon.

Pertama, tata cara penawaran adalah mengedepankan etika untuk mengajukan permohonan kesediaan atau persetujuan untuk penawaran dengan jelas menyebutkan nama Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) dan jika dilakukan melalui telepon memastikan bersedia dihubungi dengan waktu tak menganggu konsumen.

Kedua, sementara larangan untuk sharing data dan informasi dengan pengecualian jika konsumen memberikan persetujuan tertulis. Menurut Direktorat Pengembangan  Kebijakan Perlindungan Konsumen OJK, kasus penerimaan sms dan telepon yang frekuensinya menganggu, sudah meresahkan masyarakat.

Adapun beberapa indikasinya antara lain:
1. SMS long-number dan personalized SMS dari freelance telemarketing
2. Data diperoleh dari berbagai sumber: undian, pembuatan kartu nama, dan lain-lain
3. Pemblokiran nomor telepon tidak efektif karena registrasi nomor perdana yang masih memudahkan untuk berganti nomor telepon.

"Memperhatikan hal itu OJK sesuai dengan kewenangan yang hanya bisa mengatur PUJK, maka efektif berlakunya peraturan OJK pada 6 Agustus diharapkan dapat menekan penawaran melalui SMS dan telepon," tulis OJK, dalam keterangannya, Minggu (10/8/2014).

OJK memonitor melalui tele survei pada Juli 2014 dengan responden 590 orang di Jakarta, Semarang, Surabaya dan Medan. Pada periode Mei-Juli 2014 menunjukkan penurunan frekuensi pengiriman SMS menjadi rata-rata 3 kali sehari dari sebelumnya bisa dalam kisaran antara 4-10 kali setiap harinya.

"Survei ini akan kembali dilakukan di akhir September 2014, diharapkan bisa menurun ketika aturan OJK sudah efektif berlaku pada 6 Agustus 2014," tulis OJK.

Meski demikian, masyarakat perlu memahami penawaran melalui SMS/telepon bisa dilakukan oleh PUJK jika sebelumnya konsumen bersedia dihubungi melalui sarana komunikasi yang telah disepakati.

"Misalnya pemegang kartu kredit dari bank A dapat menerima SMS penawaran dari merchant kartu yang dimaksud, atau bentuk pelayanan SMS notifikasi dari penggunaan kartu kredit dan kartu debit," tulis OJK.

Selain itu, jika masyarakat masuk ke dalam mal tertentu ada location based advertising maka itu masih dimungkinkan. Jika konsumen masih merasa terganggu dengan penawaran melalui SMS dan telepon dapat menghubungi call center OJK 500-655 dengan menyebutkan nomor telepon SMS dan nama PUJK yang masih bekerja sama dengan freelance telemarketing.

OJK akan memberikan sanksi jika telah dilakukan serangkaian langkah pengawasan mulai dari pembinaan sampai dengan penghentian terhadap produk dan layanan yang menjadi kewenangan OJK.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 01.29  

0 komentar:

Poskan Komentar