“Pilpres 1 Putaran Tak Pengaruhi Dunia Usaha - Harian Terbit”

Jumat, 04 Juli 2014

“Pilpres 1 Putaran Tak Pengaruhi Dunia Usaha - Harian Terbit”


Pilpres 1 Putaran Tak Pengaruhi Dunia Usaha - Harian Terbit

Posted: 04 Jul 2014 12:48 AM PDT

Pilpres 1 Putaran Tak Pengaruhi Dunia Usaha

Ilustrasi

Jakarta, HanTer - Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan bahwa Pemilihan Umum Presiden 2014 hanya dilangsungkan satu putaran. Alasan tersebut lantaran, pada pilpres kali ini hanya diikuti oleh dua kandidat calon, yaitu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

Pengamat Ekonomi, Ahmad Erani Yustika menuturkan, jika semua itu terjadi akan membuat dunia usaha stabil. "Saya kira itu berita bagus dalam pengertian bagi pemerintah itu efisien secara politik memberikan kepastian yang tepat, begitu pula dunia usaha akan ada kepastian yang diperoleh dalam menjalankan keputusan-keputusan bisnis," kata Erani kepada Harian Terbit di Jakarta, Kamis (3/7).

Kendati demikian, lanjutnya, jika pada pergelaran pesta demokrasi tersebut terjadi kekacauan, maka semua itu akan berbanding terbalik. "Variabel pengaruhnya tidak terlalu besar pada dunia usaha, pokoknya aman, damai, dan hasilnya diterima oleh semua pihak," tambahnya. Erani menambahkan, selain itu pihak pemerintah harus benar-benar cerdas dalam menempatkan para wakil rakyatnya dalam parlemen.

"Jika konflik itu sudah selesai, pemerintah harus segera menata diri untuk menempatkan orang-orang terbaiknya dan itu ditunggu di dunia," katanya.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Chris Kanter mengatakan, Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 akan dilakukan satu putaran karena hanya cuma ada dua kandidat capres. Jika pilpres dilakukan dua putaran justru hanya akan membuang-buang uang negara.

"Iya dong satu putaran, kan cuma dua (capres). Buang-buang duit negara (kalau sampai dua putaran, red)," kata Chris. Apabila pilpres dilakukan dua putaran, sambungnya, maka anggaran yang dikeluarkan negara lebih besar. Dirinya menilai, anggaran tersebut lebih baik digunakan untuk pembangunan infrastruktur ketimbang membiayai pilpres.

"Jika dua putaran dampaknya enggak ada. Tapi cost negara tambah lagi. Sedangkan kita lagi defisit, dana pembangunan dimana-mana dipotong. Ini kita buang-buang, lebih baik kita bangun jalan," ujarnya.

Terkait banyaknya black campaign pada pilpres tahun ini, Chris menuturkan, hal tersebut bisa berdampak pada mandeknya investasi yang dilakukan oleh para investor. Hal ini dikarenakan para pengusaha berpikir akan terjadi kisruh pada pilpres nanti.

"Ya, jadi khawatirlah soalnya masih banyak sekali teman-teman usaha ini rusuhlah, ini ributlah. Jelek sekali. Saya lihat prospeknya keinginan untuk dewasa dalam demorasi jadi jelek," ungkapnya.

Chris menambahkan, kedua kandidat capres 2014 belum bisa dikatakan pro bisnis. Pasalnya, saat melakukan visi misinya di depan pengusaha mengaku pro bisnis, tetapi dihadapan buruh mengaku pro buruh.

"Kita mesti lihat presiden terpilih seperti apa, tapi calon nomor satu sudah bikin komitmen, enggak ada outsourcing, gaji tiga tahun Rp6 juta ya itu mematikan. Kalau benar dijalanin mematikanlah," pungkasnya.

(Dony/Fajar)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 01.05  

0 komentar:

Poskan Komentar