“Belajar Bisnis Dari Sosok Jokowi”

Selasa, 08 Juli 2014

“Belajar Bisnis Dari Sosok Jokowi”


Belajar Bisnis Dari Sosok Jokowi

Posted: 07 Jul 2014 06:26 PM PDT

Salah Satu Keistimewaan Jokowi yang Bisa Diterapkan Pebisnis adalah Mengutamakan Sistem Dalam Memecahkan Masalah. Apalagi yang Bisa Dipelajari?

Dalam 1 bulan terakhir, sering terjadi perdebatan di Indonesia mengenai siapa yang layak menjadi Presiden Indonesia, Joko Widodo atau Prabowo Subianto. Mengusung sikap politik yang netral, redaksi Studentpreneur sudah menyiapkan dua buah artikel menarik, masing-masing membahas tentang apa yang bisa kita pelajari dari Joko Widodo ataupun Prabowo Subianto. Tidak bisa dipungkiri, kedua sosok hebat ini adalah orang terbaik untuk memimpin Indonesia. Sebagai pebisnis muda, banyak sekali hal yang bisa kita pelajari dari Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Pada seri pertama ini, Studentpreneur akan membahas tentang Joko Widodo.

Lahir di lingkungan keluarga tidak mampu, Joko Widodo telah merasakan kerasnya kehidupan sejak kecil. Berbagai profesi telah dia jalani sejak masih sekolah. Hal tersebut yang mampu membentuk karakter beliau hingga menjadi pebisnis furnitur yang sukses di Jawa Tengah. Melalui pengalamannya dalam memimpin perusahaan furnitur besar dan Kota Solo serta Jakarta, inilah 4 point utama yang perlu kita pelajari dari Jokowi untuk dipraktekkan dalam dunia bisnis.

 

Turun Melihat Masalah yang Sebenarnya

Jokowi begitu dicintai oleh masyarakat Solo dan Jakarta karena "blusukan". Meskipun banyak pihak yang menganggap hal tersebut adalah pencitraan, sebenarnya blusukan adalah konsep entrepreneur sejati. Bagi yang masih ingin mencari ide bisnis, blusukan adalah cara yang bahkan direkomendasikan oleh Alexander Osterwalder pencipta business model canvas dan Eric Ries pencetus lean startup. Seperti halnya Jokowi yang langsung mendapatkan feedback jujur tentang masalah yang dihadapi rakyat, blusukan akan memberi gambaran nyata masalah untuk diselesaikan oleh pebisnis pemula. Apabila bisnis Anda menyelesaikan masalah yang cukup banyak dialami orang lain, Anda punya peluang besar untuk sukses.

Blusukan yang dilakukan Jokowi ke internal pemerintahan juga harusnya dilakukan oleh pebisnis yang usahanya sudah berjalan. Jangan pernah puas hanya dengan membaca laporan yang ditulis oleh karyawan, bisa saja laporan tersebut salah. Sekali-kali, Anda perlu mengadakan kunjungan dadakan ke karyawan untuk melihat progress pekerjaan mereka, dan mendengar ada keluhan apa yang membuat mereka tidak bekerja dengan baik.

Mengutamakan Sistem

Jokowi sangat percaya bahwa sistem yang baik bisa memberi produktivitas lebih serta mencegah kebocoran yang mungkin terjadi. Entah dalam perusahaan furnitur atau menjalankan pemerintahan, Jokowi selalu memastikan untuk menciptakan sistemnya terlebih dahulu. Dengan sistem yang baik, perusahaan akan mampu untuk memfasilitasi talenta terbaik untuk memberi keuntungan lebih bagi perusahaan serta pelanggan.

Dalam perusahaan, kesiapan sistem adalah jantungnya. Talenta terbaik tidak akan suka bekerja dalam perusahaan tanpa sistem. Namun, pastikan sistem yang Anda ciptakan masih memberi ruang bagi talenta terbaik untuk mengembangkan diri. Ketat, namun tetap bisa membuat orang berkembang, itu kuncinya.

Jokowi Belajar Bisnis Dari Sosok Jokowi studentpreneur entrepreneur startupBelajar Bisnis Dari Sosok Jokowi [Studentpreneur]

Membuat Orang Yakin Untuk Maju Bersama

Salah satu superpower yang dimiliki oleh Jokowi adalah beliau mampu membuat orang lain yakin bisa maju dan berkembang bersama dirinya. Ketika pertama kali mendirikan usaha, beliau berhasil memberi kepercayaan diri bagi karyawannya untuk bisa berkembang. Semakin besar usaha, beliau juga berhasil membuat orang yang bekerja bagi beliau untuk maju bersama. Puncaknya, menjadi walikota Solo dan gubernur Jakarta, karyawan pemerintahan yang terkenal sangat malas mendadak bisa rajin dan ingin memajukan daerah bersama. Efek sampingnya, beliau sangat dicintai oleh semua orang yang pernah bekerja bersamanya.

Pengembangan diri adalah salah satu faktor penting yang menarik talenta terbaik untuk bekerja di perusahaan Anda. Pebisnis level dunia seperti Mark Zuckerberg di Facebook, Larry Page di Google, dan mendiang Steve Jobs di Apple selalu memacu karyawannya untuk berani maju bersama, dan memberi mereka keyakinan bahwa mereka adalah orang terpintar di dunia. Tidak ada masalah yang tidak bisa dipecahkan bersama.

Kedekatan Dengan Pelanggan

Titik balik keberhasilan bisnis furnitur Jokowi adalah ketika pelanggan luar negeri sangat mencintai pendekatan pribadi yang dilakukannya. Selain itu, Jokowi juga biasanya berusaha memberi lebih dari yang dia janjikan pada pelanggan. Kebiasaannya saat berbisnis tersebut terbawa ketika memimpin Solo dan Jakarta. Beliau berhasil menyelesaikan masalah dengan pedagang Solo hanya dengan berdialog, merangkul mereka hingga merasa dekat dan berusaha memecahkan masalah bersama. Di Jakarta, beliau juga sangat dicintai, buktinya pada konser di GBK hari Sabtu lalu dipadati oleh puluhan ribu orang. Bahkan, artis pendukung acaranya pun rela tidak dibayar, dan membuat Jokowi sampai menjadi trending topic dunia.

Tidak peduli Anda bisnis apapun, ujung-ujungnya kembali pada pelanggan. Kalau Anda sudah sampai dicintai pelanggan, mereka akan rela melakukan apapun. Contoh terbaik dalam dunia bisnis adalah kecintaan masyarakat terhadap brand Apple. Tiap kali Apple meluncurkan produk baru, ribuan orang langsung rela mengantre demi mendapatkannya. Fanatisme ini mengantarkan Apple menjadi salah satu perusahaan paling bernilai di dunia.

Menurut Anda, apalagi yang bisa dipelajari dari Jokowi?

Mari berdiskusi di kolom komentar! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur. [Photo Credit: Jokowi]

Artikel Bisnis Terpopuler Hari Ini:

Belajar Bisnis Dari Kesuksesan Tim Nasional Kosta Rika

Perjuangan Anak Yatim Menjadi Terkaya Kedua di Italia

Tunawisma yang Menjadi Pemilik Bisnis Sirkus Dunia

Adhika Dwi Pramudita

Adhika adalah pendiri dan direktur utama PMC, perusahaan copywriting terbesar di Surabaya dan merupakan Editor-In-Chief Majalah Studentpreneur

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 01.10  

0 komentar:

Poskan Komentar