“Oneng Tolak Terminal Baranangsiang Dibangun Mal - Poskotanews”

Jumat, 13 Juni 2014

“Oneng Tolak Terminal Baranangsiang Dibangun Mal - Poskotanews”


Oneng Tolak Terminal Baranangsiang Dibangun Mal - Poskotanews

Posted: 13 Jun 2014 01:09 AM PDT

Jumat, 13 Juni 2014 15:01:36 WIB

oneng-sub-1

BOGOR (Pos Kota) – Anggota Komisi IX DPR RI, asal fraksi PDIP, Rieke Diah Pitaloka mendukung penuh dilakukannya revitalisasi terminal Baranangsiang. Menurut. Oneng, biasa Rieke disapa, kondisi terminal terpadat di Bogor yang berlokasi di Kecamatan Bogor Timur Kota Bogor ini, perlu diperbaiki, karena kondisinya sudah sangat mempeihatinkan.

Walau setuju adanya revitalisasi, namun Oneng menolak perbaikan terminal tertua ini dibarengi dengan adanya bangunan bisnis komersial yakni hotel dan mal.

Pernyataan politisi PDI Perjuangan tersebut sama dengan rencana kebijakan Walikota Bogor Bima Arya yang akan membatalkan atau mencabut izin IMB revitalisasi terminal Baranangsiang.

"Saya sangat setuju terminal Baranangsiang ini direvitalisasi karena kondisinya sudah tidak layak, tetapi pembangunan revitalisasi lebih pantas tanpa ada bangunan bisnis komersial hotel dan mall,"kat Rieke disela kunjungan blusukannya ke terminal Baranangsiang dalam rangka mensosialisasikan kartu Indonesia sehat (KIS) dan karti indonesia pintar (KIP) Jumat (13/6).

Ditambahkan Rieke, kondisi terminal Baranangsiang harus diperbaiki dan dibuat lebih modern, bersih dan nyaman, tanpa menghilangkan atau mengurangi fungsi terminalnya. Terminal Baranangsiang juga merupakan salah satu icon Kota Bogor yang pernah menjadi terminal terbaik se-Asia Tenggara tahun 1978. "Maka itu sudah sepantasnya terminal Baranangsiang dikembalikan menjadi terminal kebanggaan milik masyarakat Kota Bogor, namun modern agar terlihat bersih. Kalau bersih dan rapi, begitu wisatawan keluar tol Bogor, sudah langsung merasakan keindahan kota dengan sebutan Buitenzorg ini,"paparnya.
Alasan penolakan adanya mall dan hotel, karena rerminal Baranangsiang ini adalah icon Kota Bogor.

Penolakan adanya pembangunan Hotel dan Mall berada dalam terminal jika nanti terjadi revitalisasi, karena disekitar kawasan terminal sudah terlalu banyak bangunan usaha bisnis komersial seperti hotel dan mall.

Rieke juga meminta agar terminal Baranangsiang tidak dipindahkan ke tempat lain.

Alasannya, karena akan merugikan masyarakat dan pedagang yang selama ini menggantungkan hidupnya di terminal.
Selain itu, setiap daerah tentu tidak akan didiamkan berjuang sendiri, dan pemerintah pusat akan mendukung berbagai program pemerintah daerah selama mementingkan kepentingan masyarakat banyak.

"Kami berharap kedepannya pemerintah pusat memberikan perhatiannya kepada Pemda Kota Bogor, dalam mendorong pembangunan icon Kota Bogor seperti terminal Baranangsiang,"ujar aktifis buruh dan perempuan ini.

(yopi/sir)
Teks Gbr- Rieke Diah Pitaloka duduk bareng sopir bus antar kota antar propinsi di terminal Baranangsiang (yopi)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 02.32  

0 komentar:

Poskan Komentar