“Mimpi Nur Pamudji, PLN Jadi Perusahaan Blue Chip - Tempo.co”

Selasa, 27 Mei 2014

“Mimpi Nur Pamudji, PLN Jadi Perusahaan Blue Chip - Tempo.co”


Mimpi Nur Pamudji, PLN Jadi Perusahaan Blue Chip - Tempo.co

Posted: 27 May 2014 04:34 AM PDT

Berita Terkait

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara,Nur Pamudji mengatakan pihaknya tidak menutup kemungkinan menjadi perusahaan go public (terbuka). Menurut Nur, perusahaan listrik selalu menarik bagi investor. Di negara lain, seperti Thailand dan Malaysia, perusahaan listrik merupakan perusahaan blue chip (diminati investor).

"PLN perlu diregulasi dengan baik supaya bisa menjual saham. Tidak perlu seluruh saham dijual, cukup sedikit saja," kata Nur ketika ditemui Tempo di kantornya, Senin, 26 Mei 2014.

Menurut Nur, perusahaan listrik di  Thailand dan Malaysia dimiliki oleh pemerintah dan swasta. Di Thailand, listrik nasional diatur oleh perusahaan pemerintah bernama Electricity Generating Authority of Thailand (EGAT). Perusahaan ini bertugas mengatur pembangkitan dan transmisi listrik.

Sedangkan urusan distribusi diserahkan kepada dua perusahaan listrik swasta. Perusahaan Metropolitan Electricity Authority bertugas menyalurkan listrik di kawasan Bangkok, sementara perusahaan listrik swasta Provincial Electricity Authority menyalurkan listrik di daerah selain Bangkok.

Berdasarkan pengamatan Nur, di Indonesia perusahaan swasta lebih tertarik dengan usaha pembangkitan listrik. "Perusahaan swasta belum tertarik untuk mengurus distribusi listrik. Mengurus distribusi listrik itu merepotkan sehingga perusahaan swasta enggan berinvestasi," kata dia.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009, tidak hanya PLN yang dapat melakukan penyediaan tenaga listrik. Menurut undang-undang tersebut, badan usaha milik daerah, badan usaha swasta, koperasi, dan lembaga swadaya masyarakat juga dapat memiliki usaha di bidang pembangkit, transmisi, dan penyaluran listrik.

Menurut data 2012, perusahaan pelat merah ini menduduki posisi ketiga dalam kelompok BUMN dengan kepemilikan aset terbesar. Berturut-turut, tiga BUMN dengan aset terbesar adalah Bank Mandiri (Rp 635 triliun), BRI (Rp 551 triliun), dan PLN (Rp 527 triliun).

PAMELA SARNIA

Berita lain:
PLN: Pemadaman Kini Disiarkan Lewat Radio
Jokowi: Hemat BBM Dimulai dari PLN
Listrik Padam, PLN Tak Beri Diskon ke Pengusaha

Berita utama:
Apple Akhirnya Buka Kantor Cabang di Indonesia
Amien Rais Bantah Teriakkan Yel 'Hidup Prabowo'
Krisdayanti dan Yuni Shara Diklaim Dukung Jokowi

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 05.59  

0 komentar:

Poskan Komentar