“Bisnis Perbankan di Jambi Memunjukkan Pertumbuhan - Tribunnews”

Selasa, 13 Mei 2014

“Bisnis Perbankan di Jambi Memunjukkan Pertumbuhan - Tribunnews”


Bisnis Perbankan di Jambi Memunjukkan Pertumbuhan - Tribunnews

Posted: 13 May 2014 12:32 AM PDT

 Laporan wartawan Tribun Jambi, Hendri Dede Putra

 TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Selama tiga bulan atau sepanjang triwulan I 2014 bisnis perbankan khususnya bank umum di Provinsi Jambi menunjukkan tren pertumbuhan. Ini dilihat dari sisi nominal aset, penyaluran kredit, laba, dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK).

 Berdasarkan data yang disampaikanKepala OJK Jambi, Darwisman  total aset bank umum secara industri saat ini sebesar Rp 29.691 triliun meningkat dari sebelumnya posisi Desember 2013 sebesar Rp 28.679 atau secara prsentase tumbuh 11,54 persen.

 Selain itu penghimpunan dana dari masyarakat tiga bulan terakhir ini tumbuh 9,21 persen dari 19.415 triliun menjadi Rp 20.069 triliun. Diikuti oleh penyaluran kredit perbankan yang tumbuh 18,67 persen berada di kisaran rata-rata nasional atau secara nominal Rp 23.927 triliun yang juga lebih besar dari dana yang dihimpun.

 Darwisman mengatakan dari sisi laba yang diperoleh bank umum juga mengalami pertumbuhan signifikan yaitu 42,20 persen. Bila pada triwulan I 2013 laba bank umum sebesar Rp 312 miliar, triwulan I 2014 ini mencapai Rp 443 miliar. Menurutnya laba yang diperoleh pada tiga bulan berjalan ini cukup tinggi.

 "Kita lihat dari beberapa indikator usaha bank, perkembangan perbankan terutama bank umum mengalami pertumbuhan. Laba tiga bulan berjalan naiknnya cukup tinggi," katanya saat ditemui Tribun di OJK belum lama ini.

 Ia menjelaskan pertumbuhan industri bank umum ini juga diiringi dengan penambahan jaringan kantor dan penambahan jumlah bank. Hingga triwulan I 2014 jumlah bank umum di Provinsi Jambi sebanyak 32 bank dengan 352 jaringan kantor. Serta sebanyak 18 BPR dengan 18 jaringan kantor. Ia juga bilang daerah Jambi termasuk provinsi yang kondusif untuk perkembangan perbankan dan OJK senantiasa mengawasi dan melihat perkembagannya itu.

 "Selalu ada tambahan bank atau jaringan kantor. Satu jaringan kantor (Bank Panin) sudah kita setujui bulan lalu, mereka baru launching per tanggal 12 Mei 2014 di Sungai Penuh," kata Darwisman.

 Sementara untuk tingkat kredit macet alias NPL menurut data OJK mengalami perbaikan dari sebelumnya. Secara year to year tingkat NPL mengalami penurunan dari 2,25 persen menjadi 2,06 persen pada Maret 2014.

 "Jadi yang menarik juga saya meilihat dari sisi NPL juga mengembirakan, mengalami perbaikan," tandasnya. (hdp)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 01.03  

0 komentar:

Poskan Komentar