“Belajar Bisnis Kuliner dari Sang Kakak, Kini Punya Restoran Sendiri - Jambi Ekspres”

Selasa, 20 Mei 2014

“Belajar Bisnis Kuliner dari Sang Kakak, Kini Punya Restoran Sendiri - Jambi Ekspres”


Belajar Bisnis Kuliner dari Sang Kakak, Kini Punya Restoran Sendiri - Jambi Ekspres

Posted: 19 May 2014 07:22 PM PDT


Belajar Bisnis Kuliner dari Sang Kakak, Kini Punya Restoran Sendiri
Selasa, 20/05/2014 - 09:05:15 WIB | Kategori: Hiburan - Dibaca: 231 kali

Lebih Dekat dengan Warto, Pemilik Restoran Cinto Raso

MEMBUKA usaha kuliner bukanlah bisnis yang cepat menghasilkan, butuh waktu sampai bertahun-tahun untuk mendapatkan hasil yang lumayan, dan tidak sedikit pula pengusaha kuliner yang gulung tikar karena tidak sabar untuk capat dapat untung.

SOSOK Warto memang baru membuka Restoran Cinto Raso sejak lima tahun yang lalu, namun bukan berarti ia minim pengalaman dalam melakukan usaha bidang kuliner ini. Ia telah menekuni bidang kuliner ini sudah lebih dari 35 tahun, sebelum akhirnya memutuskan membuka usaha kuliner sendiri, dan saat ini ia telah memiliki 5 cabang restoran ternama di Sumatera, salah satunya baru didirikan di Jambi sejak awal tahun lalu.

Ditemui Jambi Ekspres di tempat usahanya, Warto mengaku bahwa pada dasarnya ia berasal dari Sunda, ia tertarik dengan masakan Sumatra khususnya masakan padang, karena memang masakan padang sudah sangat dikenal diseluruh Nusantara. Awalnya ia diajak oleh kakanya untuk berkerja dibidang kuliner hanya sekadar membantu saja, namun karena marasa uasaha itu cocok dengan dirinya, ia pun menekuninya semakin dalam, sampai akhirnya ia dipercaya menjadi kepala koki restoran ternama yang menyajikan masakan Padang. "Saya bergabung dengan restoran itu sejak restoran itu berdiri pada tahun 1985 lalu, sampai akahirnya dipercaya mejadi kepala koki dan pengelola restoran," sebutnya.

Sejak tahun 2009 lalu, Warto mencoba membuka 1 Restoran yang menyajikan maskan Padang, dan sampai sekarang sudah ada 5 retoran yang menggunakan lisensi Cinta Raso. Ia menyebutkan bagi investor yang ingin join dengan bisnis kuliner, dirinya sangat senang menerimanya, namun nama restoran harus mengandung unsur nama Raso. Boleh nama didepan menggunakan nama lain asalkan setelah nama depan itu menggunakan nama Raso, itu adalah bagian dari lisensi.

Walapun sudah punya 1 retoran dan mengelola banyak restoran, Warto tidak segan-segan turun langsung melakukan kegiatan koki seperti memasak samapai dengan memberikan araha kepada koki yang bekerja di tempatnya. Ia sangat mempercayakan pekerjaan memasak pada koki yang bener-benar telah dilihat kemampuannya, dengan bergitu rasa masakan yang dihadirkan pasti menjanjikan. Dan ia juga berprinsip bahwa apapun jenis bisnis kuliner yang penting menghadirkan masakan enak, pelayanan dan kebersihannya. "Sekarang sudah berjalan tahun sejak saya mencoba memuka restoran sendiri, setiap tahunnya ada satu cabang yang dibuka, memang bekerjasama dengan Investor," akunya.

Bisnis rumah makan itu sebut Warto sangat membutuhkan kesabaran, dalam waktu 5 bulan kondisi keuangan Restoan pasti goyang, ditik itulah dibutuhkan letekunan melakukan usaha ini. Selain itu, modal yang kuat tentunya sangat diperlukan pada tahap-tahap awal, sebab lebih banyak rugi dari pada untungnya. Mengkalai hal tersebut dirinya harus sering meakukan promosi, layaknya yang dilakukan oleh bisnis kuliner lainnya. "Yang terpenting adalah ketekunanan,  kalau kerja sudah semakin lama, maka pasti akan lebih maju pula," Imbuhnya.  (*)

BERITA TERKAIT :



0 Komentar :


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 01.51  

0 komentar:

Poskan Komentar