“Istri ARB Salurkan Pinjaman Modal Usaha untuk Pengusaha Kecil - VIVA.co.id”

Rabu, 12 Maret 2014

“Istri ARB Salurkan Pinjaman Modal Usaha untuk Pengusaha Kecil - VIVA.co.id”


Istri ARB Salurkan Pinjaman Modal Usaha untuk Pengusaha Kecil - VIVA.co.id

Posted: 12 Mar 2014 12:25 AM PDT

VIVAnews - Ketua Umum Ikatan Istri Dewan Pimpinan Pusat (IIDPP) Partai Golkar, Tatty Murnitriati, menyalurkan pinjaman modal usaha untuk para pengusaha kecil di kampung Berland, Matraman, Jakarta Timur, Rabu, 12 Maret 2014.

Para penerima pinjaman modal usaha bergulir tanpa bunga itu adalah 50 pengusaha kecil-mikro seperti padagang sayur keliling dan warung/toko kelontong. Mereka tergabung dalam komunitas pelaku usaha mikro Keluarga Besar Berland.

Nilai total pinjaman sebesar Rp25 juta. Dana tersebut akan dikelola komunitas pelaku usaha mikro Keluarga Besar Berland dengan bimbingan Yayasan Bakrie Amanah agar usaha yang dijalankan dapat berkembang dan bernilai tambah.

Tatty Murnitriati, yang juga istri Ketua Umum Aburizal Bakrie (ARB), mengatakan bahwa dana tersebut memang berbentuk pinjaman tetapi tanpa bunga. Karena itu, para penerima tetap harus mengembalikannya kepada komunitas. Lalu, dana tersebut dapat dikelola kembali untuk para pengusaha kecil-mikro lainnya.

"Jadi, (pinjaman) harus dikembalikan (kepada komunitas), ya, ibu-ibu. Nanti setelah terkumpul, akan diberikan pada yg lain secara bergulir," katanya kepada para penerima modal usaha yang seluruhnya adalah ibu rumah tangga.

Ia menambahkan, dana bergulir bagi kelompok usaha kecil mandiri yang dikelola IIDPP Partai Golkar tersebut telah disalurkan kepada 14 komunitas pengusaha kecil di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, serta Banyumas (Jawa Tengah), Yogyakarta, Bantul, dan Sumba (Nusa Tenggara Timur). "Terakhir, 4 Maret lalu, penyerahan dana bergulir untuk 61 pengusaha mikro di Kelurahan Panaragan, Bogor Tengah, Kota Bogor."

Tatty mengaku gembira karena sejauh ini para penerima modal bergulir itu tertib mengembalikan pinjaman sehingga persentase kredit macetnya sangat kecil. Karena itu, dana dapat dikelola dan dikembangkan untuk pengusaha kecil-mikro lainnya.

"Jadi, (dana bergulir) yang awalnya untuk 50 orang, kemudian berkembang menjadi 60 orang, 70 orang," katanya.

Sutilah, salah satu penerima pinjaman modal tersebut, mengaku sangat senang. Dengan modal tersebut, ia dapat menambah penghasilan dan menopang ekonomi keluarga. Sebab, sejak suaminya wafat setahun lalu, perekonomian keluarganya tertumpu sepenuhnya pada dirinya.

Saat Tatty Aburizal Bakrie menengok toko kelontong yang berada di bagian depan rumahnya, Sutilah mengatakan sangat berterima kasih atas bantuan modal usaha itu. "Terima kasih banget, ya, Bu. Sejak bapaknya (baca: suami) meninggal, saya harus menghidupi keluarga dengan berjualan seperti ini," ujarnya seraya menitikkan air mata, lalu memeluk Tatty.

Supervisi dari Bakrie Amanah

Setiadi Ihsan, Sekretaris Yayasan Bakrie Amanah, menuturkan bahwa pihaknya bertanggung jawab atas pengelolaan pinjaman modal usaha tersebut. Sebab, dana tersebut harus benar-benar dipastikan digunakan untuk usaha, bukan untuk kepentingan lainnya, apalagi untuk kegiatan konsumtif.

Karena itu, Ihsan menambahkan, Yayasan Bakrie Amanah sebelumnya melakukan survei sekaligus menyeleksi calon penerima pinjaman modal usaha tersebut sampai didapat orang-orang yang memang membutuhkan. Selanjutnya, para penerima yang diorganisasi dalam sebuah kelompok, mendapat bimbingan atau supervisi dari Yayasan mengenai manajemen usaha dan cara pengembalian pinjaman.

"Kalau pengembaliannya tertib, biasanya (nilai) pinjaman akan ditambah," katanya. (adi)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 01.16  

0 komentar:

Poskan Komentar