“Hari ini Pkl. 14:01 WIB Kelola Satelit, BRI Tak Wajib Bikin Anak ... - Harian Medan Bisnis - Membangun Indonesia yang Lebih Baik”

Jumat, 28 Maret 2014

“Hari ini Pkl. 14:01 WIB Kelola Satelit, BRI Tak Wajib Bikin Anak ... - Harian Medan Bisnis - Membangun Indonesia yang Lebih Baik”


Hari ini Pkl. 14:01 WIB Kelola Satelit, BRI Tak Wajib Bikin Anak ... - Harian Medan Bisnis - Membangun Indonesia yang Lebih Baik

Posted: 28 Mar 2014 12:02 AM PDT

Demikian dikatakan Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos Informatika Kementerian Kominfo, Muhammad Budi Setiawan, saat ditemui tadi malam usai ajang Selular Award, di Balai Kartini, Jakarta. "Untuk satelit sebelum Pileg sudah keluar keputusannya, dalam bentuk Kepmen," ujarnya.

Dirjen juga mengatakan, BRI yang nantinya akan mengelola slot orbit tersebut tak akan diwajibkan untuk membentuk satu anak usaha baru atau mencari mitra. Namun jika nantinya tetap akan dibikin, menurutnya itu akan lebih baik lagi.

"Kalau mau bikin malah lebih baik. Tapi sebenarnya dengan izin telekomunikasi khusus juga sudah bisa. Biasanya kan mereka pakai untuk optik, sekarang dipakai untuk satelit," jelasnya.

Sebelumnya dikabarkan, BRI akan diminta untuk membuat satu badan usaha baru atau mencari mitra untuk mengelola slot orbit beserta satelitnya karena core bisnis perusahaan pelat merah ini bukan di industri telekomunikasi.

"Bank BRI harus memiliki izin penyelenggara satelit, apabila ingin mengelola slot orbit tersebut. Sebab satelit harus dikelola oleh perusahaan penyelenggara satelit. Sementara BRI merupakan perusahaan di bidang jasa perbankan," kata Kominfo beberapa waktu lalu.

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Kominfo No. 13/2005 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi yang Menggunakan Satelit, dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi.
BRI sendiri mengaku tengah mempersiapkan segala sesuatu terkait pengelolaan slot orbit 150,5 BT jika Kementrian Kominfo akhirnya memutuskan untuk merestui mereka sebagai pengelola baru menggantikan Indosat.

"Posisinya sekarang menunggu keputusan dari Kementerian Kominfo. Kita perkirakan bulan depan (April) sudah ada keputusan," ungkap Direktur Utama BRI Sofyan Basir.

Menurutnya, jika surat keputusan sudah keluar, akan dilakukan tender untuk pengadaan dan bisa meluncur dua tahun mendatang. Sofyan menegaskan, pengambilalihan slot orbit itu aksi penting untuk memperlancar sistem jaringan perbankan.

"Kami tahu teknologi adalah jantungnya bank, jantung ini terbentuk jika ada darah, dan darah ini adalah dari jaringan-jaringan komunikasi tadi," paparnya belum lama ini.

Sebelumnya, Menkominfo Tifatul Sembiring telah memberikan sinyal slot orbit 150,5 BT ini akan segera dikelola BRI, sedangkan Indosat posisinya hanya menyewa transponder ke bank tersebut.

Bisnis satelit sendiri selama ini berkontribusi sekitar 1% terhadap pendapatan usaha Indosat. Di 2013 pendapatan usaha Indosat tercatat Rp 23,8 triliun, hal ini berarti bisnis satelit berkontribusi Rp 238 miliar terhadap pendapatan usaha Indosat.

Asosiasi Satelit Seluruh Indonesia (ASSI) memperkirakan kebutuhan transponder satelit komunikasi di Indonesia tumbuh sekitar 10% setiap tahun. Data asosiasi meyebutkan jumlah transponder saat ini mencapai 111 unit dengan nilainya mencapai Rp 6 triliun per tahun.

Tingkat persaingannya juga tinggi, selain perusahaan Indonesia, bisnis satelit juga dipenuhi oleh pemain global. Misalnya Intelsat/PanAmsat dari Amerika Serikat, SCC (Jepang), AsiaSat (Hong Kong), Measat (Malaysia), ABS (Hong Kong), SES (Belanda), dan Jsat (Jepang). (dtn)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 01.40  

0 komentar:

Poskan Komentar