“Buka Usaha Berawal Konsumsi Sendiri - Harian Terbit”

Senin, 24 Maret 2014

“Buka Usaha Berawal Konsumsi Sendiri - Harian Terbit”


Buka Usaha Berawal Konsumsi Sendiri - Harian Terbit

Posted: 24 Mar 2014 12:29 AM PDT

Jakarta, HanTer – Vonis salah satu penyakit yang dialami Imas Zubaedah Hulaimi (39) beberapa tahun silam membuat dirinya tak lagi leluasa mengonsumsi makanan secara bebas dan semaunya. Namun karena masih ingin mengonsumsi daging-dagingan, akhirnya memilih pelihara sendiri ayam kampung yang organik dan higeinis.

Berawal dari konsumsi sendiri, Imas pun akhirnya membuka usaha ayam kampung potong dan matang di wilayah tempat tinggalnya di Lewiliang, Bogor. Memanfaatkan halaman rumah yang cukup luas menjadi salah satu modal dalam mengembangkan usahanya.

"Awalnya dari mulut ke mulut. Bahkan konsumen awal saya adalah mereka yang mengalami penyakit sama dengan saya. Namun lama kelamaan semakin tersebar dan Alhamdulillah usaha ini semakin dikenal," ujar Imas kepada Harian Terbit, Minggu (23/3).

Diakui Imas konsumen ayam kampungnya memang belum terlalu banyak. Satu orang dalam satu minggu membeli lima hingga enam ekor yang dihargai Rp55.000 hingga Rp100ribu/ekor. Ada juga sebagian yang membeli dalam kondisi matang baik dibakar ataupun sekadar diungkep dengan biaya tambahan Rp10.000-Rp15.000/ekornya.

Selain membuat kandang di halaman rumahnya, Imas juga bekerja sama dengan beberapa warga untuk stok ayam kampungnya yang standar higeinis dan keamanannya terjaga. Dengan begitu bila ia kehabisan ayam maka akan lebih mudah untuk mendapatkanya.

"Usaha tentu tidak hanya senang saja, karena pada April tahun lalu, saya pernah mengalami kerugian lantaran ayam-ayam peliharaan tiba-tiba pada mati tanpa sebab yang jelas. Namun saya ambil hikmahnya saja dan hingga kini usaha terus jalan," urai Imas.

Usaha ayam kampung potong ini, menambah jumlah usaha yang sudah digeluti Imas sebelumnya yakni katering untuk sekolah atau komunitas, dan ikan patin. Khusus ikan patin ini, menurut Imas lebih banyak konsumen yang membeli dalam kondisi matang baik disop maupun digulai dengan harga jual Rp50.000/ekor.

"Omset sebulannya rata-rata Rp20jutaan dari tiga bisnis usaha kecil yang saya kelola ini. Namun masih ada mimpi saya yang mudah-mudahan dapat terealisasi pertengahan tahun ini," ungkap Imas.

Ya, ibu lima orang anak ini berharap bisa segera merealisasikan usaha restoran ayam dan patin. Sebagai langkah awal, dirinya tengah mempersiapkan membuka warung makan di RSUD Lewiliang yang akan mulai dibuka Juli 2014 mendatang.

Ia berharap dengan dibukanya warung kecil itu bisa menjadi cikal bakal usaha restorannya di kemudian hari yang ditargetkan bisa dibuka pada tahun ini juga. Saat ini Imas dibantu empat karyawan baik untuk memasak maupun operasional lainnya. Naomy Chandra Sari 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 01.21  

0 komentar:

Poskan Komentar