“Ico Ordiana Geluti Bisnis Olahan Ikan - Tribunnews”

Selasa, 14 Januari 2014

“Ico Ordiana Geluti Bisnis Olahan Ikan - Tribunnews”


Ico Ordiana Geluti Bisnis Olahan Ikan - Tribunnews

Posted: 14 Jan 2014 12:03 AM PST

Omzetnya  Capai   Rp  13 Juta  an

TRIBUNNEWS.COM  BANGKA - Memanfaatkan hasil unggulan peternak ikan di Jambi yaitu ikan patin jadi pilihan Ico Ordiana (46). Ibu rumah tangga ini melihat peluang  setelah mendapat tawaran untuk bergabung dengan kelompok usaha perikanan pada 2005. Itulah awal mula perjalanan usaha olahan ikan dengan label Amanah.
 

"Sebenarnya sudah lama saya punya kegiatan di rumah. Seperti pembuatan roti, katering skala kecil namun tidak terlalu fokus, pas tetangga saya ini merupakan Kepala Dinas Perikanan di Jambi, terus saya diajak menjadi anggota usahanya, disitu saya tertarik dan ikut pelatihannya," ujar wanita tiga orang anak ini saat ditemui Tribun, Minggu (5/1).

Berbekal tabungan yang didapat dari usaha sebelumnya, Ico menggelontorkan modal Rp 5 juta untuk membeli alat serta bahan pembuatan olahan ikan. Produk awal yang dibuatnya pun berupa stik ikan patin. Namun, usahanya tak selalu mulus. Pasalnya pada rentang 2006-2009,  Ico terkendala dalam memasarkan produknya. Diakuinya itu membuat pendapatannya pasang surut.

Ia menemukan batu loncatan. Itu ketika produknya dipilih untuk mengikuti pameran UMKM di Smesco, Jakarta pada 2010. Itulah yang membuat mereka produknya semakin dikenal.

"Memang selama hampir tiga tahun saya gak eksis dalam pemasaran produk, namun setelah diminta mewakili produk usaha saya dalam pameran UMKM, membuat permintaan serta brand produk saya pun dikenal," paparnya.

Tak sampai di situ. Tepat tahun 2011 dan 2012 Ico diminta kembali memamerkan olahan ikan patin buatannya di even Hari Nusantara di Pekanbaru dan Lombok. Di tahun itu pula, ia mendapat penghargaan dari Pemprov dan Pemkot Jambi sebagai produk UKM terbaik dengan menyabet juara satu dan mendapat juara dua pada even nasional.

Aneka penghargaan itu membuatnya termotivasi melakukan inovasi produk. Saat ini ia menghasilkan delapan macam produk olahan ikan kering dan delapa macam produk olahan ikan basah.

"Delapan produk ikan kering itu misalnya keripik, abon ikan, rengginang, krispi kulit, kerupuk ikan, dan lainnya. Sedangkan untuk olahan ikan yang basah seperti nugget ikan, sossis ikan serta pempek dan tekwan pun menjadi hasil inovasinya saya," ujar istri dari Idham tersebut.

Proses dan promosi yang dilewatinya membuat produknya dipesan oleh konsumen luar pulau. Ia menyebut di antaranya ada permintaan dari NTB, Cilacap, Kalimantan, Jakarta, Lampung dan Palembang. Ia pun memasarkan lewat dunia maya.

Dalam menjual produknya, Ico pun menerima pembelian secara per kilo diluar kemasan yang tersedia. Dan penjualan tertinggi justru datang dari sana.

"Setelah berjalan hampir delapan tahun lebih usaha yang saya dirikan ini, cukup mengalami perkembangan yang lumayan pesat. Untuk jumlah tenaga kerja sudah memiliki tiga orang serta total omzet rata-rata per tahun Rp 150 jutaan dan berkisar Rp 12 juta sampai Rp 13 jutaan per bulan," pungkasnya.(eko prasetyo)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 01.38  

0 komentar:

Poskan Komentar