“Fahira Idris: Tidak Ada Bisnis yang Gagal! - Okezone”

Senin, 27 Januari 2014

“Fahira Idris: Tidak Ada Bisnis yang Gagal! - Okezone”


Fahira Idris: Tidak Ada Bisnis yang Gagal! - Okezone

Posted: 26 Jan 2014 08:44 PM PST

KISAH SUKSES

Senin, 27 Januari 2014 11:19 wib

Silvia Ramadhani - Okezone

Fahira Idris. (Foto: Okezone)Fahira Idris. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Selama 16 tahun terus berusaha menapaki tangga kesuksesan, bukan berarti bisnis floris dan parsel beromzet jutaan rupiah per bulan, yang ditekuni Fahira Idris tidak pernah mengalami guncangan. Berdiri sejak tahun 1988, usaha parsel yang dirintis wanita berjilbab tersebut pernah mendapat pukulan cukup berat saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeluarkan kebijakan bahwa pejabat pemerintahan dilarang menerima parsel.

"Itu kan regulasi, enggak bisa kita goyang. Kalau masalah pesaing masih gampang, kita masih bisa menghadapinya. Tapi kalau sudah masalah regulasi dari pemerintah itu agak berat," ujarnya kepada Okezone, sambil mengingat masa-masa suram saat itu.

Meski demikian, ibu dari dua putri ini mengaku terus berusaha menyikapinya dengan bijak. Sebagai  warga negara yang baik, dengan berat hati Fahira akhirnya mau tidak-mau harus menuruti regulasi tersebut. Hebatnya, wanita yang mengaku hobi berorganisasi ini tidak lantas patah arang. Dia justru memilih untuk mencoba mencari jalan keluar. Bukannya menutup usaha, Fahira malah berusaha terus mencari jalan keluar dengan menyiasati pangsa pasarnya.

"Jadi pangsa pasar kita bukan pada orang-orang yang ingin mengirim parsel ke pejabat, tetapi juga pada orang-orang yang ingin mengirimkan parsel kepada relasinya," ujarnya.

Fahira mengaku akibat regulasi tersebut dirinya merugi cukup banyak. Sebab aturan itu dikeluarkan empat hari sebelum Lebaran. Bukan hanya itu, hal terberat yang harus dihadapi Fahira justru ketika dirinya harus tetap tegak menguatkan para pengusaha floris dan parsel yang tergabung dalam asosiasi yang dipimpinnya. Ia pun menyayangkan peraturan dadakan yang dikeluarkan oleh pemerintah tersebut.

"Dulu KPK sangat tidak bijaksana mengeluarkan pernyataan empat hari menjelang hari Lebaran. Apa yang terjadi? Parcel kita kan sudah jadi semua. Sudah dibungkus. Seandainya KPK mengeluarkan statement enam bulan sebelumnya mengatakan bahwa Lebaran ini pejabat tidak boleh menerima parsel, sebagai pengusaha kita kan bisa memikirkan jenis usaha yang lain, bisnis baju saja atau kuliner. Yang saya sayangkan adalah itu parsel-parsel sudah dibayar banyak yang cancel. Dan bukan hanya aku ya, aku kan ketua asosiasinya, di bawah ku itu masih ada 400 pengusaha, yang aku harus diayomi dan semangati. Aku sendiri enggak sempat down, karena harus menyemangati orang-orang saat itu," tambahnya.

Benar saja. Usahanya untuk tetap tegar di tengah badai politik yang berimbas pada usahanya, Fahira justru menemukan peluang baru untuk mengembangkan bisnisnya. Tak disangka-sangka, seorang kawan yang mengajaknya menjajal olah raga menembak. Kala itu menjadi jalan pembuka rezeki yang lebih besar.

"Saat itu akhirnya ada yang ngajakin saya latihan menembak. Ternyata saya hobi banget di olah raga itu, dan ternyata Allah memberikan usaha baru dari hobi tersebut," katanya.

Nasib pun berbicara. Jatuh cinta pada jenis olah raga satu ini Fahira akhirnya berinisiatif untuk memulai bisnis dengan membuka membership bagi para pecinta olah raga ini. Tak tanggung-tanggung jumlah anggota klub ini sekarang mencapai 5.000 orang. Fahira pun meraup untung yang cukup banyak. Dengan hal ini, Fahira juga membuktikan bahwa dengan terus berusaha maka Tuhan akan memberikan jalan yang terbaik bagi hambanya.

"Aku bikin klub menembak. Jadi dengan ini aku percaya ketika Allah menutup satu pintu kita, pasti Allah akan membuka pintu rezeki yang lain," pungkasnya.

Di akhir Fahira berpesan, untuk orang-orang yang ingin memulai bisnis hendaknya jangan takut untuk menghadapi kegagalan, karena menurutnya kegagalan itu sesungguhnya tidak ada.

"Jadi enggak usah takut, karena sebenarnya dalam bisnis itu enggak ada bisnis gagal, cuma bisnis yang mungkin tidak cocok dengan kita atau kita tidak menguasai. Artinya apa, kita harus coba beralih ke usaha yang lain," pungkasnya. (Bersambung) (wdi)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 01.38  

0 komentar:

Poskan Komentar