“Bisnis Sablon: Awas Pemesan Kabur”

Rabu, 29 Januari 2014

“Bisnis Sablon: Awas Pemesan Kabur”


Bisnis Sablon: Awas Pemesan Kabur

Posted: 28 Jan 2014 11:28 PM PST

Jakarta -Kampanye Pemilu tentunya tidak afdhal tanpa atribut. Kaus, topi, spanduk, atau bendera dalam berbagai ukuran menjadi hal yang wajib dalam setiap kampanye.

Haryadi adalah salah satu wirausahawan yang bergerak di bidang sablon. Di bengkel percetakannya yang terletak di daerah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Haryadi yang dibantu lima orang pekerja biasa menerima pesanan spanduk, umbul-umbul, kaos, dan kartu nama.

Pria berusia 40 tahun ini sudah lama bergerak di usaha sablon. "Saya mulai sekitar tahun 2000. Waktu itu modal awalnya kalau tidak salah sekitar Rp 15 juta," kata Haryadi.

Kini, omset usaha Hariyadi dalam sebulan bisa mencapai Rp 20 juta. Namun omset tersebut bisa naik cukup signifikan ketika Pemilu.

Hariyadi pernah dua kali merasakan nikmatnya pesta demokrasi, yaitu pada 2004 dan 2009. Kala itu, banyak partai politik maupun calon legislator yang datang kepadanya untuk memesan atribut kampanye.

"Ada yang pesan kaus, spanduk, topi, atau mug. Calonnya kan banyak, buat DPR pusat, DPRD provinsi, DPRD kabupaten. Itu semuanya untuk keperluan kampanye," ujarnya.

Ketika musim Pemilu, Haryadi mengaku omset usahanya bisa naik sampai 50 persen. Pesanannya tidak hanya datang dari Jakarta, tetapi juga daerah sekitarnya seperti Tangerang, Depok, dan Bekasi. "Kalau di luar kota belum. Kan banyak juga di daerah yang usahanya seperti saya," ucapnya.Next

Halaman 12
(hds/DES)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 01.31  

0 komentar:

Poskan Komentar