“Tips Memulai Bisnis Percetakan Tanpa Modal - Harian Ekonomi Neraca”

Sabtu, 21 Desember 2013

“Tips Memulai Bisnis Percetakan Tanpa Modal - Harian Ekonomi Neraca”


Tips Memulai Bisnis Percetakan Tanpa Modal - Harian Ekonomi Neraca

Posted: 20 Dec 2013 08:08 PM PST

Percetakan merupakan usaha yang tiada matinya. Pasalnya usaha ini terus menjamur belakangan ini. Nah, urusan modal usaha, bidang usaha ini memerlukan modal yang beragam. Semua sesuai dengan perspektif pemilik usaha. Apakah ingin menggunakan modal besar atau tanpa modal alias modal dengkul.

Tentu saja, memulai usaha dengan uang lebih dari Rp100 juta, nampaknya lebih masuk akal ketimbang membuka usaha tanpa modal. Tetapi, jangan salah, bisnis percetakan pun bisa dilakukan tanpa modal dan urusan sukses adalah hak semua orang. Masalahnya, apa benar hal itu memungkinkan?

Tentu saja iya, bermodalkan keberanian serta kerja keras akan membuat usaha percetakan yang Anda jalani berbuah manis. Mau tahu bagaimana caranya bisa sukses walau tanpa modal? Yaitu dengan meminta DP atau uang muka agar produk tersebut mampu kita kerjakan. Buatlah margin keuntungan bersih 100%.

Maka dari itu, bila pelanggan (pemesan undangan) membayar setengah dari harga cetak yang ditentukan saja, pelaku usaha sudah bisa mengerjakan semua pesanan undangan. Sementara itu, sisanya uang yang belum dibayarkan akan menjadi keuntungan bersih pelaku usaha.

Enaknya usaha ini, bisa dilakukan sebagai usaha sambilan. Karena pelaku usaha hanya memberi order saja atau sebagai broker antara perusaahaan percetakan dan pelanggan. Karena itu, agar dapat keuntungan lebih besar, cari alternatif harga produksi yang lebih murah (untuk biaya cetaknya). Jadi keuntungan yang Anda peroleh pun akan lebih besar lagi.

Sebelum menentukan harga, pelaku usaha ini harus menghitung berapa biaya produksinya. Mulai dari harga kertas, harga cetak dan lain sebagainya. Usahakan harga produksi tidak lebih dari 30% dari total pesanan, kalau sudah begini dapat dipastikan Anda tidak akan nombok karena dana yang Anda tetapkan kurang.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 01.31  

0 komentar:

Poskan Komentar