“Gurih Laba dari Bisnis Ayam Monyet - Tribunnews”

Minggu, 08 Desember 2013

“Gurih Laba dari Bisnis Ayam Monyet - Tribunnews”


Gurih Laba dari Bisnis Ayam Monyet - Tribunnews

Posted: 08 Dec 2013 12:52 AM PST

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ayam bisa diolah menjadi bermacam-macam jenis masakan. Menu ayam penyet salah satunya. Makanan satu ini selain membuat perut kenyang juga bisa membuat kantong makin tebal.

Banyaknya usaha bisnis ayam penyet tak membuat Fiqih Alamsyah untuk gentar menawarkan kemitraan Ayam Monyet.

"Ayam Monyet itu kependekan dari ayam monya (maunya) dipenyet," tutur Fiqih.

Berdiri sejak Oktober 2012 lalu, Ayam Monyet mengusung konsep fun dengan menggunakan tagline: kelaparan Anda harapan kami. Di setiap gerainya, Ayam Monyet memberikan pisang gratis kepada para pengunjung.

Selain menawarkan ayam, Fiqih juga menyediakan menu lain seperti iga penyet, iga bakar, sop iga, lele penyet, tempe dan tahu. Seporsi makan, harga yang dipatok bervariasi mulai dari Rp 13.000 sampai Rp 19.000.Fiqih mengklaim, rasa sambal Ayam Monyet menjadi daya tarik pelanggan untuk kembali.

Setelah setahun berdiri, mulai Desember 2013, Ayam Monyet mantap membuka tawaran kemitraan. Saat ini, jumlah gerai Ayam Monyet baru dua yang semuanya dimiliki pusat. Paket yang ditawarkan adalah paket restoran dengan biaya investasi Rp 250 juta.

Mitra akan mendapatkan kerja sama, branding, dekorasi tempat termasuk AC, perlengkapan masak, bahan baku awal untuk 2.000 porsi, dan pembukaan. Mitra tinggal menyiapkan lokasi seluas 150 m² dengan kapasitas 100 orang.

Fiqih menargetkan mitra bisa balik modal dalam waktu 1 tahun-1,5 tahun. Perhitungannya: dalam sebulan, mitra bisa meraup omzet antara Rp 90 sampai Rp 120 juta per bulan. Adapun laba bersihnya 30 persen dari omzet.

Sistem yang digunakan dalam kemitraan Ayam Monyet adalah bagi hasil syariah. Ada dua sistem yang ditawarkan.

Pertama, 30 persen untuk pusat dan 70 persen bagi mitra. Untuk sistem bagi hasil ini, yang mengoperasikan restoran adalah mitra. Untuk menjaga mutu dan pelayanan, gerai milik mitra masih akan mendapatkan kontrol kualitas dan pelayanan dari pusat.

Sistem bagi hasil kedua adalah 50 persen untuk pusat dan 50 persen untuk mitra. Untuk sistem ini, mitra tinggal menerima hasil. Sebab, gerai akan sepenuhnya dioperasikan oleh pusat.(Revi Yohana, Marantina)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 01.19  

0 komentar:

Poskan Komentar