“Berawal dagang ikan di pasar, kini punya 150 pesawat Susi Air - LensaIndonesia.com”

Sabtu, 07 Desember 2013

“Berawal dagang ikan di pasar, kini punya 150 pesawat Susi Air - LensaIndonesia.com”


Berawal dagang ikan di pasar, kini punya 150 pesawat Susi Air - LensaIndonesia.com

Posted: 07 Dec 2013 01:18 AM PST

code: 160x600, idcomsky1com is empty



LENSAINDONESIA.COM: Presiden Direktur Susi Air, ternyata juga bernama depan sama, Susi. Hanya saja, lengkapnya Susi Pudjiastuti. Presdir ini di lingkungannya dikenal sosok perempuan tidak cuma pekerja keras. Tapi, dia juga cukup trengginas dan tangguh dalam berbisnis di dunia penerbangan.

Penampilannya fresh, gaya bicaranya khas dan tegas, sehingga Dirut satu ini cukup disegani bawahan dan koleganya. Kesan feminin dan cekatan dalam mengambil keputusan, membuat kolega bisnisnya senantiasa optimistis dalam menjalin bisnis  dengan Ibu Dirut ini.

Baca juga: Awalnya, owner 150 pesawat berbekal modal jual perhiasan Rp750 ribu dan Respon perubahan iklim, komisi dunia untuk ekonomi dan iklim dibentuk

Performanya amat metroseksual, berambut ikal kemerahan sepintas mengesankan "western minded". Tapi, begitu bincang-bincang dengan Susi, kesan itu sirna. Dia ternyata kelewat eksotik, dialek dan intonasi suaranya kental Sunda. Malah, dia sesekali menyisipkan idiom-idiom Jawa. Mungkin, lantaran dia kelahiran Pangandaran, Jawa Barat, dan tumbuh dari usia anak hingga dewasa akrab dengan lingkuan etnis Jawa.

Sebagai sosok perempuan berkarier global yang bergerak di bisnis maskapai, lontaran kalimat-kalimat yang meluncur dari bibir Susi tetap mencerminkan figur perempuan go international. Mafhum. Sebagian besar pilot Susi Air perusahaan airlines yang dikendalikan memang para bule Eropa dan Australia.

"Saya suka belajar bahasa apa aja, yang penting bisa buat marah dan memerintah. Sebab, dengan itu, saya bisa bekerja dengan baik," kata Susi nada suaranya mirip penyanyi jazz seraya tertawa saat berbincang dengan LICOM di kantornya, Jalan Surabaya No. 26 Menteng Jakarta, (6/12/13).

Bergelut di bidang bisnis penerbangan Susi Air, dia memenej jumlah pesawat tidak sedikit. Total ada 135 unit pesawat  jenis Pesawat Carter kelompok kecil dan pesawat perintis maupun komersial.

PEDAGANG IKAN DI PASAR

Tidak dinyana. Susi bukan sekadar Dirut biasa. Tapi, sekaligus CEO yang ternyata juga owner dari perusahaan penerbangan itu. Lebih tidak mencenungkan lagi, siapa sangka Susi yang dulunya cuma penjual ikan di pasar Pangandaran, Jawa Barat dan berizasah SMP, kini jadi perempuan triliuner Indonesia.

Susi pun dengan semangat menceritakan kisah perjalanan kariernya dari bawah. Dia sebetulnya tidak sengaja punya business plan Susi Airlines. Sebelumnya, dia membuka usaha bisnis bidang perikanan. Awalnya, dia mengawali membeli pesawat untuk mengangkut lobster.

"Kemudian ada bencana Tsunami di Banda Aceh. Lantas, kita ikut bantu. Di sana, kita mau bantu gak boleh. Malah, pesawat dicarter sama NGO-NGO asing, ya sudah saya teruskan saja bikin bisnis ini dengan menggunakan nama Susi Air, kata perempuan yang ultahnya jatuh setiap 15 Januari ini. @winarko/ bersambung

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 01.26  

0 komentar:

Poskan Komentar