“Akuisisi PGN Dinilai Langkah Mundur - Suara Pembaruan”

Jumat, 06 Desember 2013

“Akuisisi PGN Dinilai Langkah Mundur - Suara Pembaruan”


Akuisisi PGN Dinilai Langkah Mundur - Suara Pembaruan

Posted: 06 Dec 2013 12:46 AM PST

Akuisisi PGN Dinilai Langkah Mundur
Jumat, 6 Desember 2013 | 14:24

Uchok Sky Khadafi. [google]Uchok Sky Khadafi. [google]

[JAKARTA] Rencana PT Pertamina (Persero) mengakuisisi PT PGN Tbk merupakan langkah kemunduran dalam tata kelola migas. Sebab, pola bisnis yang dianut Pertamina selama ini kerap menimbulkan masalah.   

Direktur Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Ucok Sky Khadafi, mengatakan, selama ini Pertamina belum bisa membuktikan bisnisnya secara sehat.  

 "Ini ancaman. Pertamina ingin menjadi trader kembali, membuat tata kelola perusahaan (good corporate governance/GCG) yang selama ini dibangun akan mengalami kemunduran,"  kata Ucok, di Jakarta, Kamis (5/12).  

Menurut Ucok, PGN  merupakan perusahaan BUMN dan publik (terbuka) yang telah tercatat di bursa saham. "Publik bisa mengetahui secara transparan soal bisnis di PGN, beda dengan di Pertamina," ujar dia.  

Dia menambahkan, isu merger PGN ke Pertamina kemungkinan terkait potensi bahwa seluruh pipa gas yang telah dibangun PGN akan dibuka aksesnya kepada semua perusahaan swasta yang berminat menjual gas. Jika itu terjadi, imbuh Ucok, seluruh broker gas dapat memanfaatkan fasilitas negara, tanpa campur tangan pemerintah dalam penetapan margin dan keuntungannya.  

Ucok menilai, perseteruan pengelolaan gas dengan solusi menggabungkan PGN ke dalam Pertamina justru menguntungkan bagi trader yang tidak bisa membangun infrastruktur gas.   Namun, Ucok mendukung bila anak usaha Pertamina, PT Pertamina Gas (Pertagas) menjadi anak usaha PGN. Sebab, keduanya memiliki entitas bisnis yang sama.

"Pertamina bisa fokus bergerak di hulu, khususnya soal eksplorasi minyak, sementara PGN fokus di hilir untuk memperkuat bisnis gasnya," ujar dia.  

Sebelumnya, anggota Komisi VII DPR Dewi Aryani juga berpendapat bahwa semestinya PGN yang mengakuisisi Pertagas, bukan Pertamina mengakuisisi PGN. "Kalau PGN mengakuisisi Pertagas bisa mempercepat pengembangan infrastruktur gas dan bisnis penjualan gas bumi akan lebih sehat," ujar dia. [ID/M-6]  


Kirim Komentar Anda

Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers.

Diposkan oleh iwan di 01.34  

0 komentar:

Poskan Komentar