“PTPN X Peroleh Predikat Sangat Bagus dalam Infobank BUMN Awards 2013”

Sabtu, 02 November 2013

“PTPN X Peroleh Predikat Sangat Bagus dalam Infobank BUMN Awards 2013”


PTPN X Peroleh Predikat Sangat Bagus dalam Infobank BUMN Awards 2013

Posted: 01 Nov 2013 12:43 AM PDT

Good Week for ...

Good Week for..
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), emiten telekomunikasi, mencatat laba bersih Rp 11,06 triliun di kuartal III tahun ini, naik 10,6% dari kuartal III tahun lalu. Pertumbuhan laba ini karena kendaikan pendapatan usaha sebesar 8,2% menjadi Rp 61,5 triliun. Berdasarkan kinerja keuangan kuartal III,  pertumbuhan pendapatan usaha perseroan didorong oleh pertumbuhan pelanggan broadband termasuk layanan BlackBerry sebesar 41,8% menjadi 22,6 juta pelanggan. Kemudian pertumbuhan pelanggan layanan seluler sebesar 5,3% menjadi 127,9 juta pengguna.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) membukukan laba bersih sebesar Rp 12,8 triliun hingga September 2013, atau tumbuh 15,1% dibanding periode yang sama pada tahun lalu Rp 11,1 triliun. Menurut direksi, kenaikan laba bersih tersebut dipicu oleh pertumbuhan kredit perseroan. Hingga kuartal III 2013 perseroan mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp 450,8 triliun, tumbuh 23,4% dibanding realisasi periode yang sama 2012. Kenaikan penyaluran kredit tersebut disumbang oleh segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tercatat tumbuh 21,8% menjadi Rp 61,6 triliun.

Dua emiten konstruksi, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT PP (Persero) Tbk (PTPP), membukukan kenaikan laba bersih sebesar 40% hingga 100% di kuartal III tahun ini dibandingkan kuartal III tahun lalu. Sektor usaha jasa konstruksi masih mendominasi kontribusi keuangan perseroan. Wijaya Karya membukukan laba bersih  Rp 438,4 miliar, naik hampir 40% dari laba bersih periode sama tahun lalu yang Rp 313,3 miliar. Sementara PT PP (Persero) Tbk (PTPP), membukukan laba Rp 218,3 miliar di kuartal III, meningkat 106,7% dari laba bersih periode sama tahun lalu. Pencapaian tersebut setara dengan 58,9% dari target laba tahun ini yang Rp 370 miliar.

Dua bank swasta, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Permata Tbk (BNLI) membukukan kenaikan laba bersih di atas 20% pada kuartal III 2013. Menurut direksi, kenaikan laba bersih ini didorong oleh pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri sebesar 22,3%. BCA membukukan laba bersih sebesar Rp 10,4 triliun pada kuartal III 2013, atau tumbuh 25,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan laba bersih BCA ini didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 24,7% menjadi Rp 19,1 triliun. Sedangkan Bank Permata mencatat kenaikan laba bersih sebesar Rp 1,09 triliun didorong oleh pendapatan bunga bersih sebesar Rp 4,03 triliun, atau tumbuh 13%.

Bad Week for ...

Bad Week for..
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), emiten produsen makanan dan minuman olahan, mencatat penurunan profitabilitas per kuartal III 2013 secara tahunan yang ditunjukkan oleh tergerusnya margin kotor, margin usaha, dan margin bersih. Menurut direksi perseroan, tertekannya margin antara lain diakibatkan kenaikan sejumlah beban. Margin kotor, margin usaha, dan margin bersih Indofood CBP per kuartal III 2013 turun secara tahunan masing-masing sebesar 50 basis poin, 98 basis poin, dan 32 basis poin menjadi 25,99%, 12,3%, dan 9,82%. Tergerusnya margin kotor antara lain disebabkan kenaikan beban gaji, upah, dan imbalan kerja, serta utilitas.

Penurunan rata-rata harga jual dan volume penjualan produk perkebunan menekan laba bersih PT PP London Sumatra Tbk (LSIP). Hingga kuartal III 2013, perseroan membukukan laba bersih Rp 442,9 miliar, turun 53,4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 949,9 miliar.  Renurunan rata-rata volume penjualan produk perkebunan seperti palm kernel, karet, dan benih bibit kelapa sawit yang diimbangi penurunan rata-rata harga jual menyebabkan penurunan laba bersih perseroan.

Kinerja laba PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) atau PGN tertekan kenaikan harga gas di hulu. Laba kotor PGN hingga kuartal III 2013 turun 3% menjadi US$ 1,04 miliar dibanding periode yang sama 2012 sebesar US$ 1,08 miliar. Kenaikan harga beli gas dari pemasok mulai 1 September 2012 dan 1 April 2013 mempengaruhi kenaikan beban pokok pendapatan di periode sembilan bulan 2013 sebesar 54% dibanding periode yang sama tahun lalu. Padahal pendapatan perseroan hanya naik 20% menjadi US$ 2,2 miliar dari US$ 1,8 miliar.

Laba bersih  PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), badan usaha milik negara di sektor pertambangan, turun 42,7% menjadi Rp 1,26 triliun dari Rp 2,20 triliun pada periode yang sama tahun lalu.   Eksekutif perseroan menyatakan penurunan laba bersih diakibatkan penurunan harga jual rata-rata batubara dan kenaikan beban pokok penjualan. Realisasi harga jual rata-rata sepanjang Januari hingga September 2013 turun 17,4% menjadi Rp 612 ribu per ton udari Rp 741 ribu per ton pada periode yang sama 2012. Sementara beban pokok penjualan naik Rp 934 miliar atau naik 19,3% menjadi Rp 5,738 triliun dari Rp 4,804 triliun periode yang sama 2012.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

Diposkan oleh iwan di 01.37  

0 komentar:

Poskan Komentar