“PP Properti Kembangkan Lahan PT PN IX”

Minggu, 03 November 2013

“PP Properti Kembangkan Lahan PT PN IX”


PP Properti Kembangkan Lahan PT PN IX

Posted: 03 Nov 2013 01:00 AM PDT

Good Week for ...

Good Week For..
Peningkatan beban usaha dan beban keuangan menekan laba bersih PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), emiten maskapai penerbangan. Hingga kuartal III 2013, perseroan mencatat rugi bersih sebesar US$ 22,3 juta, padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya perseroan masih mencatat laba bersih sebesar US$ 56 juta. Rugi bersih yang dicatat Garuda disebabkan oleh kenaikan beban usaha dan beban keuangan yang yang harus ditanggung perusahaan per kuartal III 2013. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, beban usaha naik 16,03% menjadi US$ 2,66 miliar per kuartal III 2013. Nilai ini relatif setara dengan jumlah pendapatan perusahaan sebesar US$ 2.86 miliar pada periode yang sama.

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), emiten properti, mencatat kenaikan laba bersih 124,3% menjadi Rp 2,3 triliun di kuartal III tahun ini dibandingkan periode sama tahun lalu. Berdasarkan laporan keuangan perseroan di kuartal III, laba bersih perseroan tercatat  Rp 2,3 triliun, naik dari laba periode sama tahun lalu yang Rp 1 triliun. Capaian tersebut didorog  kenaikan pendapatan usaha sebesar 60,5% menjadi Rp 4,2 triliun. Sebagian besar pendapatan usaha tersebut berasal dari proyek properti yang dijual (strata title) yang mendorong pendapatan pengembangan (development income) naik sebesar 85,5% menjadi Rp 3,6 triliun.

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), emiten kimia, berencana mencari pinjaman perbankan hingga US$ 275 juta. Menurut direksi perseroan, langkah itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan proyek peningkatan kapasitas produksi naphta cracker perseroan yang akan dibangun pada tahun depan dengan total investasi senilai US$ 380 juta. Selain melalui pinjaman bank, kebutuhan dana ekspansi itu rencananya juga akan diperoleh melalui rights issue dengan target perolehan dana sebesar US$ 130 juta.

Bad Week for ...

Bad Week for..
PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), emiten perkebunan, mencatat penurunan profitabilitas sepanjang Januari-September 2013, yang ditunjukkan oleh pelemahan margin kotor, margin usaha, dan margin bersih, menurut direksi perseroan. Penurunan tersebut antara lain diakibatkan beban pokok penjualan yang naik lebih tinggi dibanding realisasi penjualan. Per kuartal III 2013, margin kotor DSN tercatat turun 126 basis poin menjadi 28,78%, sementara margin usaha turun 51 basis poin menjadi 15,09%. Adapun margin bersih perseroan tercatat sebesar 7,56%, turun 298 basis poin dibanding kuartal III 2012.

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), emiten kawasan industri, mencatat laba bersih Rp 89,1 miliar di kuartal III tahun ini. Laba bersih itu turun 215% dari kuartal III tahun lalu yang Rp 280,9 miliar. Padahal pendapatan usaha perseroan naik  95% menjadi Rp 2,01 triliun.  Berdasarkan laporan keuangan kuartal III yang belum diaudit, penurunan laba bersih tersebut didorong kenaikan beban pokok penjualan dan pendapatan jasa sebesar 181% menjadi Rp 1,15 triliun. Kenaikan beban pokok penjualan tersebut dipicu kenaikan beban keuangan perseroan sebesar 316% menjadi Rp 515,9 miliar.

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), emiten telekomunikasi, menyatakan tidak memiliki strategi pengembangan bisnis seluler pada teknologi code division multiple access (CDMA), dengan brand Flexi. Sebab, tren pasar pengguna layanan CDMA di dunia terus menurun, termasuk di Indonesia. Sikap Telkom tersebut tercermin dalam kinerja perseroan hingga September 2013. Berdasarkan keterangan perseroan, pelanggan layanan Flexi turun 31,2% menjadi 11,6 juta pelanggan di September 2013 dari 16,8 juta pelanggan di September 2012.

PT Indosat Tbk (ISAT), emiten telekomunikasi, mencatat rugi bersih Rp 1,7 triliun per September 2013. Jumlah tersebut naik 471,3% dari laba bersih Rp 475,7 miliar di September tahun lalu. Kenaikan rugi bersih perseroan didorong rugi selisih kurs akibat pelemahan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan di kuartal III tahun ini, perseroan mencatat kenaikan pendapatan usaha sebesar 9,4% menjadi Rp 17,8 triliun per September tahun ini. Perseroan mengalami rugi kurs sebesar Rp 2,3 triliun sepanjang sembilan bulan pertama, naik 260% dari periode sama tahun lalu. 

Laba bersih PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA), emiten sektor kimia dan bahan bakar nabati, turun 87,4% menjadi Rp 2,6 miliar pada periode Januari-September 2013 dibanding periode yang sama 2012 sebesar Rp 20,4 miliar. Direksi perseroan mengatakan penurunan laba bersih disebabkan rugi kurs akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Rugi kurs Eterindo mencapai Rp 53 miliar dibanding rugi kurs pada periode yang sama tahun lalu Rp 6 miliar.  Pada periode Januari-September 2013, kurs rupiah rata-rata mencapai Rp 11.613, naik 21% dari Rp 9.588 pada periode yang sama 2012.

PT Astra International Tbk (ASII), emiten induk usaha sejumlah perusahaan, mencatat laba bersih sebesar Rp 13,46 triliun per kuartal III 2013, turun 8,22% dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 14,67 triliun, menurut direksi perseroan. Tertekannya laba bersih antara lain diakibatkan penurunan penjualan Astra. Penjualan Astra sepanjang sembilan bulan pertama 2013 mencapai Rp 141,84 triliun, turun tipis 0,9% dibanding periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp 143,13 triliun.

PT Timah (Persero) Tbk (TINS), badan usaha milik negara di sektor pertambangan, membukukan laba bersih Rp 141 miliar hingga September 2013, turun 62% dibanding periode yang sama 2012 sebesar Rp 369,9 miliar. Penurunan laba bersih disebabkan penurunan volume penjualan hingga September sebanyak 15.227 metrik ton atau hanya 42% dari penjualan periode yang sama 2012. Volume penjualan timah turun seiring dengan menurunnya produksi bijih timah sebesar 29% menjadi 17.624 ton dari 24.357 ton pada Januari hingga September 2012. Produksi bijih  timah dari darat mengalami penurunan paling tajam, yakni 2.729 ton dibanding 10 ribu ton untuk sembilan bulan pertama 2012.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

Diposkan oleh iwan di 01.36  

0 komentar:

Poskan Komentar