“Ekonomi Biaya Tinggi Di Sektor Pelayaran - Suarasurabaya.net”

Sabtu, 09 November 2013

“Ekonomi Biaya Tinggi Di Sektor Pelayaran - Suarasurabaya.net”


Ekonomi Biaya Tinggi Di Sektor Pelayaran - Suarasurabaya.net

Posted: 09 Nov 2013 12:18 AM PST

09 November 2013, 14:57:49 | Laporan Rangga Umara S.

suarasurabaya.net - Deddy Suhajadi Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur mengatakan hambatan-hambatan usaha di sektor pelayaran memicu adanya ekonomi biaya tinggi. Dia menjelaskan sejumlah aturan yang menghalangi distrisbusi barang lewat laut yang mengenai kapal pengagkut barang dari Jawa Timur ke wilayah-wilayah Indonesia Timur.

"Misalnya penahanan kapal milik salah satu anggota INSA karena diduga memakai bahan bakar ilegal. Sebenarnya kapal berisi sembako itu akan berlayar ke Kaimana Papua Barat, tapi tertahan sampai sekarang, "ujar Deddy, Sabtu (9/11/2013).

Dia melihat hal itu mempersulit kinerja pelaku usaha pelayaran. Ini karena Indonesia National Ship owners Association (INSA) memiliki 600 anggota dan separo di antaranya aktif. Karena itu dia mengatakan hambatan ini tidak hanya merugikan pemilik kapal, tapi juga pemilik barang dan arus distribusi juga terhambat. Ujung-ujungnya adalah biaya tinggi yang terjadi.

"Sebagai contoh, harga semen di Jawa mungkin hanya Rp 50.000, tapi setelah dikirim ke Papua mencapai Rp 300.000-500.000. Alasannya karena biaya logistik yang mahal, "ujarnya.

Selama ini menurut Deddy jalur laut menjadi alternatif bagi para pelaku usaha dalam melakukan pengiriman barang ke luar pulau. Hampir 70 persen arus perdagangan dan pengiriman serta penerimaan barang dari dan ke Jawa Timur, tergantung dari kelancaran kapal-kapal di pelabuhan terutama di Tanjung Perak.

Meski begitu, jumlah kapal di Indonesia relatif sedikit dibandingkan negara-negara lain. Padahal kata dia sebagai negara maritim, jumlah kapal yang dibutuhkan seharusnya lebih banyak. Deddy mencontohkan Filipina, dimana jumlah kapal roro (roll on roll off) hampir 4.000 unit kapal. Sedangkan di Indonesia hanya sekitar 300-400 unit kapal.

"Kapal roro ini banyak dibutuhkan untuk pengangkutan antar pulau, sebab dengan makin banyaknya jumlah kapal dapat mendorong daya saing ekonomi lebih bagus. Masalahnya, jumlah kapal barang maupun penumpang masih sangat sedikit. Sudah dikit dipersulit lagi, "pungkasnya. (ran)

Teks Foto:
-Salah satu aktivitas bongkar muat pupuk di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

Diposkan oleh iwan di 01.57  

0 komentar:

Poskan Komentar