“Bisnis Media Tetap Jadi Incaran Telkom - BeritaSatu”

Senin, 11 November 2013

“Bisnis Media Tetap Jadi Incaran Telkom - BeritaSatu”


Bisnis Media Tetap Jadi Incaran Telkom - BeritaSatu

Posted: 11 Nov 2013 01:13 AM PST

Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menegaskan tetap menggeluti bisnis media meski perusahaan pelat merah ini telah menjual 80 persen kepemilikan sahamnya di operator TV berbayar TelkomVision ke CT Corpora beberapa waktu lalu.

"Telkom tetap bermain di media. Posisi sebagai Telecommunication, Information, Media, Edutainment, dan Services (TIMES) itu tak berubah," tegas VP Public Relations Telkom Arif Prabowo di Jakarta, Senin (11/11).

Dia mengatakan, Telkom memiliki banyak anak usaha yang bermain di media seperti MelOn, Plasa.com, UseeTV, dan lainnya. "Banyak yang beranggapan TelkomVision dilepas, maka Telkom tak bisa bermain di media. Padahal kami masih punya UseeTV yang siap menyambut era konvergensi," ungkapnya.

UseeTV adalah layanan Internet Protocol TV (IPTV) dengan kekuatan pada TV on demand atau Video On Demand yang memungkinkan pelanggan bisa menikmati tayangan TV yang telah disiarkan sampai tiga hari kebelakang. Saat ini portal useetv,com telah memiliki lebih dari 1 juta registered user dan 26 juta page view.

Menurutnya, hal yang harus dipahami dalam bisnis media ke depan itu ada tiga isu yakni Connectivity, Convergence, dan Content. "UseeTV ini ada menjawab tantangan tersebut, karena ini bisnis media masa depan di Indonesia," jelasnya

Sebelumnya, CT Corpora melalui anak usahanya Trans Corpora berhasil menguasai 80 persen saham TelkomVision pada 8 Oktober 2013 dengan nilai transaksi Rp 926,5 miliar. Konsekuensi dari transaksi ini adalah Telkom hanya menyisakan 20 persen kepemilikan di operator TV berbayar tersebut.

Menurut analis dari Capital International Chapman Taylor pelepasan saham mayoritas TelkomVision ke CT Corpora hal bijaksana yang dilakukan Telkom.

"Telkom juga sebaiknya memproses pelepasan sebagian saham di anak usaha yang bergerak di bisnis menara atau bisa kehilangan momentum," katanya.

Riset Morgan Stanley pada akhir September 2013 juga menyebutkan, konsolidasi di industri telekomunikasi Indonesia akan menekan bisnis menara dalam jangka pendek karena operator akan memangkas belanja modalnya dalam rangka efisiensi.

Seperti diketahui, anak usaha Telkom di bisnis menara adalah Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel).
Telkom telah menunjuk Barclays Capital untuk membantu tender pelepasan sebagian saham anak usaha yang ditaksir memiliki nilai korporasi sebesar Rp 3 triliun itu.

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

Diposkan oleh iwan di 01.32  

0 komentar:

Poskan Komentar