“Seribu Mahasiswa Peroleh Modal Usaha dari Sumsel”

Kamis, 31 Oktober 2013

“Seribu Mahasiswa Peroleh Modal Usaha dari Sumsel”


Seribu Mahasiswa Peroleh Modal Usaha dari Sumsel

Posted: 30 Oct 2013 10:58 PM PDT

PALEMBANG – Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memberikan bantuan modal usaha kepada 1.000 mahasiswa. Abdul Sobur, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumsel mengatakan, bantuan itu diberikan dengan tujuan menggiatkan wirausaha pemuda.

Besaran bantuan modal yang diberikan disesuaikan dengan besar kecilnya usaha yang dilakukan dan berapa banyak pengajuan yang disampaikan oleh mahasiswa. Pihaknya memberikan modal usaha sebesar Rp 10 juta-Rp 20 juta per orang.

Karena dana tersebut bersifat bantuan pembinaan, pihaknya berjanji tidak akan memberikan persyaratan sulit bagi para pemohon yang mengajukan proposal kepada pihaknya. "Bagi mahasiswa yang berminat, cukup dengan membuat proposal, lalu diteliti. Kalau tidak bisa buat proposal, tidak mungkin mereka bisa jadi pengusaha," ujar dia.

Terkait perkembangan UKM saat ini, Shobur mengakui, secara umum pertumbuhan UKM masih terpusat di sektor makanan. "Memang, yang maju baru dari sektor makanan, itu yang sudah teruji walau banyak juga yang sifatnya masih musiman," tutur dia.

Agar UKM bisa terus maju, pihaknya mengimbau pelaku UKM mendirikan koperasi. Hal ini bertujuan meningkatkan persaingan dengan industri berskala besar serta meningkatkan perkembangan UKM dalam dunia usaha.

"UKM harus bergabung dengan membentuk koperasi. Jika hanya bergerak sendiri-sendiri, perkembangannya akan lambat," ucap dia.

Permana, Kepala Badan Promosi, Perizinan, dan Penanaman Modal (BP3MD) Provinsi Sumsel menuturkan, perkembangan UKM di Sumsel tergolong tinggi, terutama di Kota Palembang. Sayangnya, perkembangan itu belum memiliki kemitraan bersama dengan pengusaha besar.

"UKM yang memiliki peluang besar bekerja sama dengan perusahaan, yakni UKM yang bergerak di industri hilir, khususnya karet dan sawit," ungkap dia.

Ada beberapa hal yang menjadi penghambat kemitraan UKM. Seperti, minimnya nilai investasi di sektor manufaktur. "Kita akui, saat ini sektor hilir dan manufaktur itu masih berpusat di Jawa. Namun, kami akan berupaya mencari kemitraan dalam line bussines yang berbeda dan bisa disesuaikan," ucap dia. (*)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

Diposkan oleh iwan di 01.13  

0 komentar:

Poskan Komentar