“Kemendag dan BKPM Kerja Sama Tingkatkan Perdagangan dan Investasi”

Jumat, 18 Oktober 2013

“Kemendag dan BKPM Kerja Sama Tingkatkan Perdagangan dan Investasi”


Kemendag dan BKPM Kerja Sama Tingkatkan Perdagangan dan Investasi

Posted: 18 Oct 2013 12:59 AM PDT

Good Week for ...

Good week for...
PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), emiten tekstil dan produk tekstil terpadu, berencana mengakuisisi mayoritas saham PT Sinar Pantja Djaja, perusahaan pemintalan benang, senilai Rp 723 miliar. Menurut manajemen perseroan, akuisisi itu bertujuan untuk menjamin kebutuhan bahan baku serta peningkatan kapasitas produksi melalui perusahaan yang sudah berjalan.  Sinar Pantja Djaja merupakan perusahaan pemintalan benang yang 90% sahamnya dikuasai PT Kapas Abadi dan 10% sisanya milik Iwan Kurniawan Lukminto.  Hingga semester I 2013, Sritex membukukan penjualan sebesar Rp 2,35 triliun tumbuh 26,7% (year-on-year).

PT Pan Brothers Tbk (PBRX), emiten tekstil, tahun ini berencana melakukan ekspansi dengan membentuk satu anak usaha serta empat perusahaan patungan (joint venture) PT Apparelindo Prima Sentosa, menurut direksi perseroan. Pendirian perusahaan yang 99% sahamnya dikuasai Pan Brothers untuk mendukung ekspansi yang dilakukan di segmen ritel dan garmen, dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal III dan kuartal IV 2013.

PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN), emiten batubara, berencana membeli 23,8% saham Bumi Plc senilai US$ 223 juta dari pengusaha Samin Tan awal 2014. Alexander Ramlie, Presiden Direktur Borneo Lumbung Energi, mengungkapkan rencana itu merupakan upaya perseroan untuk dapat mengkontrol Bumi Plc. Saat ini Samin Tan,  yang juga menguasai saham perseroan sedang menuntaskan transaksi pembelian 23,8% saham Bakrie di Bumi Plc melalui Ravenwood Pte Ltd.  Namun transaksi senilai US$ 223 juta itu menggunakan dana pribadi Samin Tan sehingga tidak terkait langsung dengan Borneo Lumbung Energi.

PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA), produsen bijih bauksit, mendapatkan fasilitas kredit US$ 100 juta dari DBS Bank Ltd dan Overseas Chinese Banking Corporation Limited (OCBC). Direksi perseroan menyatakan perseroan beserta tiga anak usahanya, PT Harita Prima Abadi Mineral, PT Karya Utama Tambangjaya dan PT Sendai Inti Jaya Tambang telah menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman sejumlah US$ 100 juta. Fasilitas pinjaman akan digunakan untuk pembiayaan modal kerja dan investasi perseroan serta pembiayaan kembali atas fasilitas kredit.

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), emiten properti,  membukukan penjualan pemasaran (marketing sales) Rp 4 triliun per September tahun ini.   Eksekutif perseroan mengatakan terdapat tiga proyek properti yang memberikan kontribusi terbesar terhadap marketing sales saat ini. Ketiga proyek tersebut adalah Podomoro City Extension, Metro Park Residence, dan perumahan Vimala Hills.  Dengan capaian tersebut, Agung Podomoro telah membukukan marketing sales sebesar 60% dari target senilai Rp 6 triliun pada tahun ini.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), bank penyalur kredit perumahan terbesar, akan melepas obligasi rekapitalisasi (obligasi rekap) sekitar Rp 5 triliun hingga Rp 6 triliun. Menurut direksi,  pelepasan obligasi rekap ini merupakan strategi perusahaan untuk mendapatkan imbal hasil (yield) yang lebih baik. Perseroan ingin melepas obligasi rekap lantaran imbal hasil yang diterima dari obligasi ini tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 5,4% hingga 5,5%. Untuk itu BTN akan melepas obligasi rekapitalisasi dan menggunakan dananya untuk meningkatkan portofolio Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), emiten makanan dan minuman olahan anak usaha PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), merambah bisnis air minum dalam kemasan (AMDK). Menurut direksi perusahaan, ekspansi dilakukan dalam bentuk kerja sama patungan (joint venture) dengan PT Multi Bahagia untuk produksi dan pemasaran produk AMDK di Indonesia. Joint venture dilakukan melalui PT Indofood Asahi Sukses Beverage (IASB) dan PT Asahi Indofood Beverage Makmur (AIBM). Kedua perusahaan tersebut merupakan entitas patungan Indofood CBP dengan Asahi Group Holdings Southeast Asia Pte Ltd.

Bad Week for ...

Bad week for..
Nilai akuisisi PT Asuransi Staco Mandiri oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) Tbk (BJBR) naik menjadi Rp 70 miliar, lebih tinggi dari estimasi awal sebesar Rp 50 miliar-Rp  60 miliar.  Dirkesi Staco Mandiri menyatakan besaran suntikan modal tersebut untuk memastikan porsi kepemilikan saham yang akan dikuasai oleh BJB di Staco Mandiri sebesar 51%. Proses akuisisi perseroan oleh BJB diproyeksikan tuntas pada pertengahan Desember 2013.

Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) milik PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dipegang oleh sejumlah pihak. Bumi Resources meminjamkan sebagian saham Bumi Resources Minerals kepada beberapa pihak yang ditenggarai melalui mekanis repurchase agreement (repo). Kalangan investor sekuritas Indonesia mempertanyakan bagaimana penyelesaian utang Bumi Resources kepada China Investment Corporation (CIC) dalam bentuk saham Bumi Resources Minerals tersebut, sementara sebagian saham Bumi Resources di Bumi Resources Minerals dipegang sejumlah pihak. Salah satu bentuk pelunasan utang Bumi Resources kepada CIC adalah pembayaran dengan 42% saham BRMS senilai US$ 257,4 juta. Mengacu laporan keuangan Bumi Resources per Juni 2013, perseroan telah menandatangani perjanjian peminjaman saham Bumi Resources Minerals kepada pihak lain. Menurut laporan keuangan Per Juni 2013 itu juga, kepemilikan Bumi Resources atas saham Bumi Resources Minerals tercatat sebesar 87,09%.(*)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

Diposkan oleh iwan di 01.21  

0 komentar:

Poskan Komentar