“Tips Memulai Bisnis dari Nilam Sari 'Kebab Turki Baba Rafi'”

Jumat, 20 September 2013

“Tips Memulai Bisnis dari Nilam Sari 'Kebab Turki Baba Rafi'”


Tips Memulai Bisnis dari Nilam Sari 'Kebab Turki Baba Rafi'

Posted: 20 Sep 2013 01:02 AM PDT

Jumat, 20/09/2013 14:36 WIB

Intimate Interview

Alissa Safiera - wolipop

img

Foto: Alissa Safiera/Wolipop

Jakarta - Memulai bisnis di usia muda, pasangan Hendy Setiono dan Nilam Sari pemilik Kebab Turki Baba Rafi telah merasakan jatuh bangun di usia perusahaan yang sudah 9 tahun. Keduanya memulai bisnis ini dengan modal 'coba-coba' dan uang Rp 4 jutaan. Hingga akhirnya, Kebab Turki Baba Rafi sudah memiliki ratusan outlet di Indonesia, Malaysia, Philipina, hingga Belanda.

Saat berbincang dengan Wolipop belum lama ini, Nilam Sari, Direktur Marketing Baba Rafi berbagi tips untuk entrepeneur muda yang juga ingin mencoba berbisnis.

1. Jangan Takut untuk Memulai
Jangan ragu untuk memulai menjalankan bisnis jika Anda sudah mantap akan keputusan itu. Bagi Nilam, memulai bisnis bukanlah hal yang sulit jika Anda mau melakukannya dengan benar.

"Sebenarnya kalau mau mulai itu tidak terlalu susah ya. Itu bisa dimulai dengan segera. Tapi yang harus diperhatikan adalah 'Apa yang dilakukan setelah buka?' Banyak usaha masuk satu tahun pertama collapse, apalagi tiga atau lima tahun ke depan," jelas Nilam saat berbincang dengan Wolipop di kantor Baba Rafi Group, daerah Fatmawati, Jakarta Selatan.

Mulailah untuk membuat market plan secara sederhana. Misalnya saja mengamati pasar seperti apa yang hendak Anda masuki, dan juga memilih jenis usaha. Perlu diingat, baru menjalani bisnis tidak akan langsung membuat Anda sukses dan kaya raya. Ada proses jatuh-bangun yang perlu Anda hadapi untuk menjadi entrepreneur yang lebih baik lagi.

2. Fokus
Ketika bisnis sudah berjalan, tak jarang manusia yang ingin melipat gandakan keuntungan dengan mencoba hal lain di luar bisnisnya itu. Misalnya saja jika Anda berbisnis makanan, tapi ingin merambah bisnis fashion juga. Menurut Nilam, melakukan hal itu membuat bisnis yang utama justru tidak berjalan baik.

"Bisnis ada step-stepnya, yang paling penting adalah fokus dan jangan lompat-lompat. Lebih baik titik distribusi yang dibanyakin, daripada banyak brand tapi perhatian malah pecah. Bisnis seperti itu tidak akan berjalan," tutur wanita yang tengah mengambil program Magister Bisnis itu.

3. Modal
Sudah memiliki niat yang besar, harus juga diimbangi modal keuangan yang cukup untuk bisa memulai bisnis.

"Modal cukup. Nggak hanya punya semangat tapi harus disokong keuangan. Dananya bisa datang dari bank, atau gadaikan motor, mobil bahkan rumah. Tapi the most important kalo bisnis itu harus untung dulu. Kalau belum untung jangan kita paksa sampai jual ini itu," tambah ibu tiga anak itu.

4. Perbaiki Sistem dan Belanja Orang Berkualitas
Sumber daya manusia merupakan hal paling krusial dalam suatu perusahaan, baik itu bisnis kecil atau yang sudah berskala besar. Semakin bagus kualitas manusianya, semakin baik pula perusahaan akan berjalan. Nilam juga menyarankan, jangan ragu untuk merekrut orang yang lebih ahli, karena darinya Anda bisa mempelajari dan mendapat ide baru.

"Perbaiki sistem dan jangan ragu untuk belanja orang bagus kualitasnya. Bisnis adalah kerja tim, sehingga perlu dukungan dari orang-orang yang potensial kalau bisnis mau jalan," tambah Nilam.

5. Mengikuti Asosiasi Bisnis
"Banyak-banyaklah berkumpul dengan orang yang sejenis. Pertimbangannya gini, kita akan dapat banyak masukan. Misalnya dia punya kenalana supplier bagus atau punya tanah lagi disewain. Saat kita jatuh, mereka juga nggak akan cuma 'sabar ya'. Tapi mereka memberi kita dorongan untuk bangkit lagi dan makin belajar lagi," jelas wanita yang hobi diving ini.

Banyak asosiasi bisnis yang bisa Anda ikuti saat ini. Misalnya saja Entrepreneur Academy, WALI, AFI dan masih banyak lagi. Mengikuti banyak training kewirausahaan juga bisa membantu Anda memperluas jaringan pertemanan. Dengan menjadi anggota asosiasi seperti ini, Anda bisa saling belajar dan memiliki banyak pilihan, serta rekomendasi untuk keuntungan bisnis Anda.

6. Memiliki Mimpi yang Besar
Jangan takut untuk bermimpi. Nilam pun mengaku, bisnisnya yang sekarang ini dimulainya dari mimpi. Dari yang awalnya hanya usaha satu gerobak, hingga memiliki kantor dan akhirnya bisa go international seperti sekarang ini. Bahkan Nilam tak berhenti bermimpi, ia masih ingin memperluas jaringan usaha Kebabnya, dan memiliki gedung kantor sendiri.

"Harapan saya untuk entrepreneur muda, harus bisa jadi tuan rumah di negara sendiri yang pertama. Jangan lup untuk berbagi manfaat dan pengalaman pada orang lain. Bisnis kita juga harus bisa mengangkat hidup orang lainnya. Tapi jangan cuma jago kandang, harus bisa go international juga," tutup Nilam.

(als/als)

Redaksi: redaksi[at]wolipop.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi :
  • email : sales[at]detik.com

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

Diposkan oleh iwan di 01.22  

0 komentar:

Poskan Komentar