“Pengamat: UKM Sulit Berkembang akibat Hambatan Budaya”

Sabtu, 07 September 2013

“Pengamat: UKM Sulit Berkembang akibat Hambatan Budaya”


Pengamat: UKM Sulit Berkembang akibat Hambatan Budaya

Posted: 06 Sep 2013 11:21 PM PDT

Yogyakarta (Antara) - Pengamat ekonomi dan bisnis Universitas Gadjah Mada, Mudrajad Kuncoro menilai usaha kecil menengah (UKM) Indonesia masih sulit berkembang akibat adanya hambatan budaya atau "cultural barrier".

"Mereka kebanyakan merasa cukup puas dengan kondisi saat ini," jelas Mudrajad usai diskusi mengenai UKM di Yogyakarta, Jumat malam.

Menurut dia, kebanyakan pelaku UKM merasa bahwa saat usaha mereka menjadi besar maka tuntutan dan beban serta risiko yang harus ditanggung juga akan semakin berat.

"Karena kalau usahanya besar, mereka harus bayar pajak dan harus bayar buruh sesuai dengan upah minimum provinsi (UMP)," kata Mudrajad.

Mudrajad mengemukakan bahwa saat ini mayoritas UKM masih membayar buruh mereka di bawah standar UMP, dengan alasan baru memulai usaha atau usahanya yang masih tergolong kecil. "Makanya banyak yang takut jadi besar," tambah dia.

Terkait dengan pajak UKM yang diberlakukan sejak Juli lalu, Mudrajad menyatakan bahwa peraturan tersebut perlu ditinjau ulang.

Menurut Mudrajad pemerintah harus lebih arif dan tidak hanya mengejar penerimaan tapi juga harus melihat bahwa industri dan sektor riil harus terus tumbuh dan bergerak.

Dengan memberlakukan pungutan pajak untuk UKM yang memiliki omzet kurang dari Rp 4,8 miliar per tahun, sama saja seperti membuat para pengusaha mikro dan kecil semakin takut untuk berkembang karena tuntutan ini.

"Kita juga harus pikirkan industri kecil ini, karena tentu ini tidak mudah bagi mereka," tambah Mudrajad.

Lebih lanjut Mudrajad mengemukakan bahwa kondisi ini akan semakin menambah berat UKM, mengingat adanya kenaikan harga bahan bakar minyak, hantaman nilai rupiah yang menurun, serta kenaikkan tarif tenaga listrik.

Sebelumnya pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2013 tentang Pajak Penghasilan (PPh) atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang memiliki Peredaran Bruto Tertentu.(tp)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

Diposkan oleh iwan di 01.07  

0 komentar:

Poskan Komentar