“Kusdarmawan Aryo Baskoro, Pengusaha Muda Kembangkan Bisnis ... - Timlo Net”

Jumat, 13 September 2013

“Kusdarmawan Aryo Baskoro, Pengusaha Muda Kembangkan Bisnis ... - Timlo Net”


Kusdarmawan Aryo Baskoro, Pengusaha Muda Kembangkan Bisnis ... - Timlo Net

Posted: 12 Sep 2013 09:09 PM PDT

Ranu Ario Kurniawan - Timlo.net

Jumat, 13 September 2013 | 11:06 WIB

Dok: Timlo.net/ Istimewa

Dok: Timlo.net/ Istimewa

Kusdarmawan Aryo Baskoro, pemilik Rown Division.

Iklan Pose In

Solo — Kusdarmawan Aryo Baskoro, adalah sosok pengusaha muda yang dikenal di kalangan bisnis fashion distro di Indonesia sebagai pemilik Rown Divisions. Produk fashion Rown Divisions sendiri sudah terjual di berbagai kota di Indonesia bahkan ke negara tetangga Malaysia.

Selain itu, produk-produk sepatu, jaket, kemeja, jins atau T-shirt sudah sering dipakai oleh artis-artis ibukota. Ivan Seventeen, Ringgo Agus Rahman, Desta Club 80's dan Prisia Nasution, pemeran  Iriana, istri Gubernur DKI Jakarta dalam Film "Jokowi" adalah beberapa artis yang pernah memakai produk Rown Division.

"Setiap ada artis yang datang ke Solo, biasanya mereka mampir ke sini," terang Aryo, saat ditemui Timlo.net, di kafe Hello Solo, yang terletak di sebelah Rown Division, Jl Adi Sucipto Solo No.1, Kamis (12/9) sore.

Pencapaian yang diperoleh Aryo dalam mengembangkan bisnisnya tidak dicapai dalam waktu singkat, tetapi memerlukan perjalanan yang berliku-liku. Semenjak Aryo masih duduk di SMA, dia memang merupakan fashion addict yang suka mengikuti perkembangan fashion tidak hanya di Indonesia tapi di mancanegara.

Waktu dia kuliah di Jurusan Komunikasi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo tahun 2003, dia mulai bermitra dengan salah seorang temannya untuk memproduksi T-Shirt dengan merk Ankles.  Produk ini waktu itu didesain khusus untuk penggemar skateboard.

"Waktu itu kami hanya memproduksi satu kaos untuk satu desain. Dan jumlahnya hanya sekitar selusin," terang Aryo.

Untuk memasarkan produk-produknya, Aryo dan temannya menjual produk mereka ke distro-distro yang ada di Solo. Dan pada 2004, dia memutuskan untuk berkunjung ke Bandung dan belajar langsung mengenai perkembangan distro yang ada di sana. "Ternyata bisnis distro di sana sudah jauh berkembang. Saya merasa harus terus melangkah maju dan memperbanyak produksi produk fashion saya," terang Aryo.

Salah satu kendala yang mereka alami waktu itu adalah modal. Untuk mengatasinya, Aryo dan temannya memutuskan menawarkan jasa pembuatan seragam ke instansi-instansi dan rumah makan yang ada di Solo. Laba yang mereka peroleh akhirnya digunakan sebagai modal.

Pada tahun 2005, rekanan yang dia bangun dengan temannya pun kandas karena perbedaan ideologi. Padahal waktu itu, mereka berhasil memasarkan produk mereka ke distro-distro di Jakarta. Terpaksa Aryo pun kembali ke kondisi awal di mana dia merintis produk fashionnya. Dia harus mencari modal lagi dengan menawarkan jasa pembuatan kartu nama dan sablon kaos.

Pada 2007, dia akhirnya mendirikan Rown Division bermodal hasil penjualan sepeda motor dan tabungannya. Rown sendiri merupakan singkatan dari "Aryo Own". Lagi-lagi kendala yang dialami oleh Aryo adalah modal dan pemasaran.

Namun dia tidak menyerah. Aryo mulai giat mengikuti gathering dan seminar-seminar bisnis. Akhirnya dia belajar cara mendapatkan modal. Pada 2008 dia mulai meminjam modal di bank dan mulai menyewa sebuah tempat dan memperkerjakan tiga karyawan.

Dari situ, bisnis Aryo terus berkembang hingga kini dia memiliki sekitar 40 karyawan dan memproduksi sekitar 8 ribu hingga 12 ribu potong produk.  Bahkan Aryo pun memiliki desainer dan tim riset khusus untuk mendongkrak pemasaran produk-produk Rown Division. Semua produknya diberi label Rown. Untuk produk busaha pria, ia menggunakan brand Rown Terror, sedangkan untuk busana wanita memakai merek Pretty Rown.

"Saya termasuk orang yang mau belajar dari siapa saja, entah mereka memiliki usaha bisnis atau tidak," terang Aryo. Selain itu, Aryo mengatakan bahwa kualitas lain yang harus dimiliki adalah sikap positif dan optimisme. Pemuda kelahiran Solo, 9 November 1984 ini mengaku terinspirasi dari buku "The Secret."

"Kalau kita berpikir positif dan bersikap optimis, alam semesta akan membantu kita," ujarnya. Aryo sendiri mengaku sudah sering mengalami bagaimana prinsip ini bekerja dalam hidupnya. Saat dia berpikir positif dan optimis, orang-orang yang tidak dia kenal justru datang dan membantu dia mengatasi persoalan-persoalan yang dia hadapi.

Selain ingin tetap mengembangkan Rown Division, Aryo juga memiliki keinginan memajukan pariwisata kota Solo. Dia membuat program tahunan Rown Goes Smart, di mana dia mengunjungi sekolah-sekolah SMA di Solo. Dalam program tersebut, Aryo ingin membantu siswa-siswa untuk memahami kemana mereka harus meneruskan pendidikan sesusai dengan cita-cita yang mereka miliki.

Selain itu, dalam waktu dekat ini, dia akan mengadakan acara "The Carnaval: Celebrating 6th Anniversary  of Rown Division," yang akan diadakan pada 14-16 September 2013 di GOR Manahan, Solo. Dalam karnaval itu dia akan mengundang para customer loyal Rown Division dari berbagai kota di Indonesia serta brand clothing populer di Indonesia.

         

Berita Terkait

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

Diposkan oleh iwan di 01.15  

0 komentar:

Poskan Komentar