“Jadikan Konservasi Peluang Bisnis - Radar Jogja”

Kamis, 19 September 2013

“Jadikan Konservasi Peluang Bisnis - Radar Jogja”


This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

Jadikan Konservasi Peluang Bisnis - Radar Jogja

Posted: 19 Sep 2013 12:50 AM PDT

Thursday, 19 September 2013 14:44

Jadikan Konservasi Peluang Bisnis

JOGJA - Upaya konservasi masih dipandang membutuhkan biaya besar. Padahal tujuan konservasi diarahkan pada perlindungan ekologi. Sehingga fokusnya bukan semata-mata pada sisi finansial, melainkan bagaimana pengelolaan ketersediaan sumber daya alam untuk mencapai nilai-nilai dari fungsi ekologi, fungsi ekonomi dan fungsi sosial. Demikian dikatakan Guru Besar Fakultas Kehutanan Prof Dr Chafid Fandeli dalam bedah buku hasil karyanya Bisnis Konservasi, Pendekatan Baru di Plaza Gamapress (17/9). Selama ini paradigma konservasi memiliki konsep yang ada kaitannya dengan bisnis. Bahkan menilai konservasi memerlukan cost guna pelestarian alam.Menurut Chafid, Indonesia memiliki potensi lingkungan konservasi yang mampu disulap untuk sumber bisnis karena memiliki hutan, sungai, danau dan laut yang menjadi daya tarik bagi wisatawan dan membuka peluang bisnis baru. Namun karena konservasi ini belum dikemas secara baik sehingga belum mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Di Afrika taman nasional bisa menghasilkan devisa cukup besar.
Faktor kunci bisnis konservasi yaitu inovasi dan kreativitas. Umumnya produk yang dihasilkan dari bisnis konservasi bersifat spesifik, langka, otentik, unik, dihasilkan pada saat tertentu dan terbatas. Dengan demikian produk ekosistem seperti rawa, hutan, sungai, danau dan pesisir yang pemanfaatannya secara menyeluruh. "Semua fungsi dimanfaatkans optimal," ujarnya.Sedangkan Peneliti Pusat Studi Pariwisata UGM Dr M Baiquni MA yang menjadi pembahas buku tersebut menjelaskan, bisnis konservasi memang sesuai dengan kondisi geografis Indonesia. Memiliki keanekaragaman ekosistem.
Adapun bisnis konservasi tersebut di antaranya bidang kehutanan, taman nasional, bisnis kebun raya, perdagangan karbon, usaha pariwisata alam, bisnis bioetanol dan pemanfaatan limbah biomasa hingga bisnis pengadaaan bibit tanaman. (fid/iwa)

Diposkan oleh iwan di 01.33  

0 komentar:

Poskan Komentar