“Indonesia Usul UKM Dibahas di APEC”

Senin, 23 September 2013

“Indonesia Usul UKM Dibahas di APEC”


Indonesia Usul UKM Dibahas di APEC

Posted: 23 Sep 2013 12:05 AM PDT

Good Week for ...

Good Week for..

CIMB Group Holdings Bhd berencana menjual sahamnya di perusahaan asuransi jiwa hasil patungan dengan Sun Life Fnancial Inc, yaitu PT CIMB Sun Life. CIMB Group akan menjual 51% sahamnya kepada Sun Life dengan nikai sekitar US$ 200 juta. CIMB Group memiliki 51% saham di CIMB Sun Life. Penjualan saham tersebut dinilai memungkinkan CIMB meraup keuntungan dari sektor asuransi yang tengah berkembang di Asia Tenggara. Pertumbuhan kelas menengah yang pesat di wilayah ini akan mendorong pertumbuhan pendapatan premi perusahaan asuransi.

PT Japfa Compeef Indonesia Tbk (JPFA), emiten pakan ternak, akan menaikkan harga jual 10% seiring dengan pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS. Kenaikan harga jual dilakukan untuk mengimbangi peningkatan biaya produksi akibat kenaikan beban impor bahan baku. Eksekutif perseroan mengatakan dengan adanya pelemahan kurs rupiah, hal yang sangat sulit dilakukan oleh perusahaan adalah menentukan harga jual. Terlebih lagi harga bahan baku sekitar 30% terpengaruh oleh impor seperti cost production.

PT Indosat Tbk (ISAT) menjalin kerja sama layanan mobile TV interaktif pertama di dunia dengan Bloomberg TV Indonesia. Layanan ini didukung jaringan UMTS 900 MHz yang baru saja diluncurkan di Bali. Eksekutif Bloomberg TV Indonesia menyatakan aplikasi ini akan tersedia untuk sistem operasi (OS) Android mulai 1 Oktober 2013. Aplikasi ini juga akan tersedia di OS iOs dan Windows 8 dalam waktu dekat. Aplikasi ini memungkinkan pelanggan Indosat mengakses tayangan Bloomberg TV Indonesia melalui handset. Aplikasi ini diciptakan oleh Igg Adiwijaya.

PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (WanaArtha Life), perusahaan asuransi jiwa skala besar, membukukan pendapatan premi Rp 1,89 triliun hingga  Agustus 2013. Menurut direksi, pendapatan premi tersebut telah mencapai 70% dari target sepanjang tahun ini Rp 2,7 triliun. Pendapatan premi perusahaan masih dikontribusikan oleh produk asuransi tradisional sebanyak 80%.

Bad Week for ...

Bad Week for..
PT BCA Finance, multifinance anak usaha PT Bank Central Asia TBk (BBCA), merevisi target pembiayaan  sepanjang tahun ini 10% menjadi Rp 26,91 triliun dari target awal Rp 29,9 triliun. Menurut direksi, revisi target tersebut dilakukan karena kondisi pasar pembiayaan belum pulih. Revisi target pembiayaan itu antara lain karena faktor eksternal, yaitu kenaikan suku bunga dan kondisi perekonomian Indonesia yang kurang bagus.

PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA), perusahaan kontraktor interior dan furnitur kelas menengah ke atas yang tergabung dalam Grup Vivere, mencatatkan laba per saham Rp 139 pada kuartal II 2013, turun 2% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 142 per saham.  Padahal perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan hingga 24,09% menjadi Rp 370 miliar dibanding kuartal II 2012 sebesar Rp 298 miliar. Pendapatan perseroan juga tumbuh positif sepanjang kuartal II 2013 untuk penjualan interior, furnitur mekanis dan listrik naik 31,2% menjadi Rp 289 miliar. Penjualan laminasi perseroan juga naik 5,6% menjadi Rp 76 miliar.

Interpid Mines Ltd, perusahaan tambang yang tercatat di Bursa Australia dan Kanada, telah mendaftarkan gugatan terhadap PT Indo Multi Niaga atas sengketa tambang emas dan tembaga Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur ke panel arbitrase internasional di Singapura. Eksekutif Interpid menyatakan perusahaan telah menunjuk arbiter asal Australia yang akan mewakili Interpid di panel arbitrase.  Langkah hukum yang diambil Interpid karena Indo Multi dinilai tidak menepati perjanjian awal. Sejatinya Interpid dan Indo Multi membentuk perusahaan atau struktur baru yang membuat Interpid memperoleh 80% saham di tambang Tujuh Bukit. Namun, Indo Multi malah mengalihkan kepemilikan izin usaha pertambangan kepada perusahaan lain, yaitu PT Bumi Suksesindo. Padahal, menurut eksekutif perusahaan, Interpid sudah keuar US$ 102,7 juta untuk investasi.

PT Newmont Nusa Tenggara, perusahaan tambang emas dan tembaga di Batu Hijau, Sumbawa Barat  menyiapkan skenario rencana darurat termasuk menutup tambang Batu Hijau sebagai antisipasi larangan ekspor mineral mentah pada 12 Januari 2014. Hal itu terungkap dari memorandum Nomor 1425/PD-MH/NNT/IX/2013 tertanggal 16 September 2013 yang dikeluarkan Presiden Direktur Newmont Nusatenggara Martiono Hadianto kepada seluruh karyawan. Dalam memorandum tersebut, Martiono menyatakan tambang Batu Hijau dikembangkan berdasarkan persetujuan investasi, yaitu kontrak karya yang disepakati bersama antara pemerintah Indonesia Newmont. Kontrak tersebut membebankan berbagai tanggung jawab kepada Newmont sekaligus hak-hak tertentu, termasuk kewajiban untuk memproduksi konsentrat tembaga dan hak untuk mengekspor  konsentrat tembaga.

PT Indika Energy  (INDY) merevisi target pendapatan dan laba bersih perseroan tahun ini terutama didorong oleh masih rendahnya harga jual rata-rata batubara. Tahun ini Indika menargetkan produksi batubara 39,5 juta ton, sebanyak 37 juta ton berasal dari anak usaha, PT Kideco Jaya Agung, dan 2,5 juta ton dari PT Santan Batubara. Hingga Juni 2013, perseroan mencatatkan pendapatan US$ 411,8 juta, naik 23,3% dibanding periode sama tahun lalu. 

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends:

Diposkan oleh iwan di 01.16  

0 komentar:

Poskan Komentar